Jamaah Haji RI Tak Bisa ke Tanah Suci Terkendala Jenis Vaksin, Bio Farma Usul Pakai Astrazeneca
Selasa, 25 Mei 2021 - 17:46 WIB
loading...
Jamaah haji Indonesia terancam tidak bisa ke Tanah Suci, meski pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan 60 ribu orang dari seluruh dunia untuk melakukan haji tahun ini. Lantaran terkendala syarat jenis vaksin. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Jamaah haji Indonesia terancam tidak bisa ke Tanah Suci, meski pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan 60 ribu orang dari seluruh dunia untuk melakukan haji tahun ini. Lantaran terkendala syarat jenis vaksin, PT Bio Farma (Persero) mengusulkan agar calon jamaah haji Indonesia diberikan vaksin Astrazeneca.
Baca Juga: Saudi Izinkan 60 Ribu Jamaah dari Luar Negeri Beribadah Haji
Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menyebut, saat ini vaksinasi Covid-19 yang diperbolehkan pemerintah Arab Saudi mencakup vaksin yang diproduksi produsen farmasi asal Eropa dan Amerika Serikat (AS). Misalnya, vaksin Pfizer, Moderna, dan Astrazeneca.
Sebab, produsen dari ketiga jenis vaksin tersebut sudah menerima sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara, vaksinasi di Tanah Air masih didominasi oleh penggunaan vaksin Sinovac.
Meski begitu, Bio Farma memberikan opsi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) agar calon jamaah haji Indonesia diberikan vaksin Astrazeneca. Meski mereka sudah divaksinasi melalui vaksin Sinovac.
Baca Juga: Saudi Izinkan 60 Ribu Jamaah dari Luar Negeri Beribadah Haji
Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menyebut, saat ini vaksinasi Covid-19 yang diperbolehkan pemerintah Arab Saudi mencakup vaksin yang diproduksi produsen farmasi asal Eropa dan Amerika Serikat (AS). Misalnya, vaksin Pfizer, Moderna, dan Astrazeneca.
Sebab, produsen dari ketiga jenis vaksin tersebut sudah menerima sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara, vaksinasi di Tanah Air masih didominasi oleh penggunaan vaksin Sinovac.
Meski begitu, Bio Farma memberikan opsi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) agar calon jamaah haji Indonesia diberikan vaksin Astrazeneca. Meski mereka sudah divaksinasi melalui vaksin Sinovac.
Lihat Juga :