Pangkas Anak Usaha, Pertamina Dinilai Bakal Lebih Lincah
Kamis, 27 Mei 2021 - 11:55 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, restrukturisasi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) diharapkan memberi dampak positif bagi kinerja perusahaan dan lebih cepat dalam mengambil keputusan.
Menurut dia, restrukturisasi ini juga membuat Pertamina lebih ramping dan fokus dalam mengembangkan bisnis ke depannya. "Dengan adanya pemangkasan anak perusahaan dari 127 menjadi hanya tinggal 12 anak perusahaan maka mempermudah Pertamina dalam mengelola dan menyusun rencana strategis seluruh bisnis Pertamina Group," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (27/5/2021).
Baca Juga: Aksi Boikot Dimulai, Buruh Geruduk Kantor Pusat Indomaret
Mamit melanjutkan, sebelum adanya restrukturisasi ini, Pertamina begitu gemuk dan begitu besar. Banyaknya anak perusahaan yang terlibat dalam kegiatan operasional maka dipastikan akan banyak pemikiran dan banyak biaya yang harus dikeluarkan Pertamina pada saat itu.
"Belum lagi terkait masalah kebijakan. Itu seharusnya bisa dilakukan lebih cepat lagi sehingga Pertamina tidak kehilangan momen dalam pengambilan keputusan meskipun memang harus berkoordinasi dengan holding," ungkapnya.
Menurut dia, restrukturisasi ini juga membuat Pertamina lebih ramping dan fokus dalam mengembangkan bisnis ke depannya. "Dengan adanya pemangkasan anak perusahaan dari 127 menjadi hanya tinggal 12 anak perusahaan maka mempermudah Pertamina dalam mengelola dan menyusun rencana strategis seluruh bisnis Pertamina Group," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (27/5/2021).
Baca Juga: Aksi Boikot Dimulai, Buruh Geruduk Kantor Pusat Indomaret
Mamit melanjutkan, sebelum adanya restrukturisasi ini, Pertamina begitu gemuk dan begitu besar. Banyaknya anak perusahaan yang terlibat dalam kegiatan operasional maka dipastikan akan banyak pemikiran dan banyak biaya yang harus dikeluarkan Pertamina pada saat itu.
"Belum lagi terkait masalah kebijakan. Itu seharusnya bisa dilakukan lebih cepat lagi sehingga Pertamina tidak kehilangan momen dalam pengambilan keputusan meskipun memang harus berkoordinasi dengan holding," ungkapnya.
Lihat Juga :