Kembangkan Pertanian di Tengah Perkotaan, Kendari Disupport Kementan
Jum'at, 28 Mei 2021 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Di kota, salah satu potensi pertanian yang bisa dikembangkan adalah urban farming, utamanya vertical farming. "Selama ini kesulitan pengembangan pertanian itu karena pasarnya tak jelas. Maka terjadilah fluktuasi harga. Tapi di Kota Kendari ini semuanya sudah terintegrasi dengan baik," tutur Dedi.
Ia memaparkan, faktor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan pertanian. Dari beberapa hasil riset, inovasi teknologi, prasarana dan sarana menyumbangkan sekitar 25 persen untuk pembangunan pertanian. Sama halnya dengan kebijakan yang juga menyumbangkan sebesar 25 persen untuk pembangunan pertanian.
"Yang paling besar adalah Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pembangunan sektor pertanian. Maka, kami inginmenggenjot SDM pertanian di Kota Kendari melalui pemberdayaan pertanian, yakni petani dan penyuluh sebagai agen utama pertanian kita," tegas Dedi.
Kementan memiliki Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang merupakan pemberdayaan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) gang berpusat di kecamatan.
"BPP ini pernah mengantarkan Indonesia swasembada beras.Kita akan aktifkan kembali agar produktivitas pertanian kita meningkat," ujar dia.
Baca Juga: Anies Pamerkan Inovasi Warga Petojo yang Menyulap Gang Kecil Jadi Urban Farming
Tahun ini, Dedi memaparkan jika seluruh BPP akandilengkapi dengan sarana IT (Informasi Teknologi) seperti modem, komputer, jaringan internet dan lain-lain.
"Kita genjot juga pelatiihan kepenyuluhan maupun tematiknya. Juga petani milenial kita akan fokuskan. Kita arahkan petani milenial di Kota Kendari ini untuk mengembangkan urban faming. Kita akan identifikasi pembangunan SDM-nya," ulas Dedi.
Ia memaparkan, faktor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan pertanian. Dari beberapa hasil riset, inovasi teknologi, prasarana dan sarana menyumbangkan sekitar 25 persen untuk pembangunan pertanian. Sama halnya dengan kebijakan yang juga menyumbangkan sebesar 25 persen untuk pembangunan pertanian.
"Yang paling besar adalah Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pembangunan sektor pertanian. Maka, kami inginmenggenjot SDM pertanian di Kota Kendari melalui pemberdayaan pertanian, yakni petani dan penyuluh sebagai agen utama pertanian kita," tegas Dedi.
Kementan memiliki Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang merupakan pemberdayaan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) gang berpusat di kecamatan.
"BPP ini pernah mengantarkan Indonesia swasembada beras.Kita akan aktifkan kembali agar produktivitas pertanian kita meningkat," ujar dia.
Baca Juga: Anies Pamerkan Inovasi Warga Petojo yang Menyulap Gang Kecil Jadi Urban Farming
Tahun ini, Dedi memaparkan jika seluruh BPP akandilengkapi dengan sarana IT (Informasi Teknologi) seperti modem, komputer, jaringan internet dan lain-lain.
"Kita genjot juga pelatiihan kepenyuluhan maupun tematiknya. Juga petani milenial kita akan fokuskan. Kita arahkan petani milenial di Kota Kendari ini untuk mengembangkan urban faming. Kita akan identifikasi pembangunan SDM-nya," ulas Dedi.
Lihat Juga :