Buwas Diminta Turun Tangan Urusi Masalah Tahu Tempe
Senin, 31 Mei 2021 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Kendati begitu, pihaknya memahami bila harga kedelai saat ini akibat pengaruh global. Namun bukan berarti importir hanya berpangku tangan pada kondisi harga pasaran, tetapi mestinya mempertimbangkan faktor lain. Apalagi, hampir 80% kedelai diserap untuk industri.
Baca juga:7 Kunci Mobil ala Sultan, Ada yang Berbentuk Mobil dan Jam Tangan
"Semua orang bisa lihat, harga kedelai di pasar internasional berapa. Tinggal dilihat berapa biaya lainnya, hingga dijual Rp10.700 per kg. Apalagi kalau kedelai yang dilepaskan sekarang adalah stok lama. Mungkin mereka lagi profit taking. Tapi mestinya tidak seperti itu," beber dia.
Pihaknya, kata dia, hari ini akan bertemu dengan kementerian terkait untuk membahas masalah ini. Jangan sampai berlarut-larut. Karena, perajin tahu dan tempe sendiri tidak bisa menjual produksinya dengan harga kedelai fluktuatif.
Baca juga:7 Kunci Mobil ala Sultan, Ada yang Berbentuk Mobil dan Jam Tangan
"Semua orang bisa lihat, harga kedelai di pasar internasional berapa. Tinggal dilihat berapa biaya lainnya, hingga dijual Rp10.700 per kg. Apalagi kalau kedelai yang dilepaskan sekarang adalah stok lama. Mungkin mereka lagi profit taking. Tapi mestinya tidak seperti itu," beber dia.
Pihaknya, kata dia, hari ini akan bertemu dengan kementerian terkait untuk membahas masalah ini. Jangan sampai berlarut-larut. Karena, perajin tahu dan tempe sendiri tidak bisa menjual produksinya dengan harga kedelai fluktuatif.
(uka)
Lihat Juga :