Menguat! BI Ramalkan Rupiah Bisa Rp14.100/USD di 2022

Rabu, 02 Juni 2021 - 17:25 WIB
loading...
Menguat! BI Ramalkan...
Bank Indonesia (BI) menyebutkan nilai tukar rupiah secara fundamental masih undervalued. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penguatan nilai tukar rupiah di tahun 2022. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, mata uang Garuda bisa menguat di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.500 per dollar Amerika Serikat (USD) di 2022.

Perkiraan tersebut sedikit lebih baik dibandingkan perkiraan pergerakan rupiah di akhir tahun 2021 yang sebesar Rp14.200 hingga Rp14.600 per USD.

Baca Juga: Cenderung Menguat, Rupiah Bisa Rp13.500 per USD di 2025

"Masih lebih menguat dari tahun 2021 karena masih bergerak sesuai fundamentalnya, meski ada ketidakpastian global," ujar Perry melalui konferensi pers secara virtual, Rabu (2/6/2021).

Menurut dia, nilai tukar rupiah sebetulnya masih undervalued terhadap USD. "Apakah nilai tukar kita masih undervalued secara fundamental? Iya karena inflasi kita rendah, defisit transaksi berjalan rendah, dan juga ekonomi kita yang membaik," paparnya.

Dia menambahkan, adanya ketidakpastian dan risiko yang akan memberikan tekanan pada nilai tukar dari sisi global, termasuk kenaikan US treasury yield.

Baca Juga: Setelah Perang Berdarah 11 Hari, Hamas Ajak Israel Tukar Tawanan

"Kami akan terus melakukan stabilitas nilai tukar rupiah, dan ini juga didukung oleh cadangan devisa yang akhir bulan lalu adalah USD138,8 miliar," tegasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved