Ridwan Kamil: Shopee Tak Lagi Impor-impor, Sekarang Buka Peluang UMKM Ekspor
Jum'at, 04 Juni 2021 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Kerja sama ini juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Teten Masduki pun menyampaikan dukungan agar lokapasar, seperti Shopee dapat membantu terwujudnya digitalisasi UMKM Indonesia.
Teten mengutip data World Bank yang menyebutkan 48,5% responden wiraswasta sangat mengandalkan lokapasar untuk mengembangkan bisnis mereka. “Saya kira Jawa Barat memiliki keunggulan karena dekat dengan Jabodetabek yang merupakan pusat ekonomi yang memiliki daya beli tinggi,” ucapnya.
Dengan kerja sama itu, Teten juga berharap dapat ikut membantu akselerasi digitalisasi UMKM nasional di tengah pandemi. “Saat ini kita ada sekitar 12 juta UMKM yang terhubung dengan platform digital. Kita targetkan di tahun 2024 ada 30 juta UMKM,” sebut Teten.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto mengatakan, kerja sama yang dilakukan bertujuan mengangkat potensi UMKM Jabar yang sangat besar untuk masuk ke ekonomi digital.
“Shopee melihat Jawa Barat memiliki potensi yang besar dengan beragam kategori produk yang kuat, yaitu tekstil, barang-barang kulit, kerajinan kayu, batik Sunda, dan sebagainya, yang kami yakin sudah siap bersaing. Hal ini sejalan dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM, serta Pemprov Jabar,” kata Christin.
Christin menambahkan, Shopee berkomitmen untuk memfasilitasi dan memberikan sorotan bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh. “Semoga dengan berbagai inisiatif yang diberikan, kita bisa sama-sama mengawali suksesnya UMKM tanah air dengan Go Digital dan dilanjutkan hingga Go Global bersama Shopee,” pungkasnya.
Teten mengutip data World Bank yang menyebutkan 48,5% responden wiraswasta sangat mengandalkan lokapasar untuk mengembangkan bisnis mereka. “Saya kira Jawa Barat memiliki keunggulan karena dekat dengan Jabodetabek yang merupakan pusat ekonomi yang memiliki daya beli tinggi,” ucapnya.
Dengan kerja sama itu, Teten juga berharap dapat ikut membantu akselerasi digitalisasi UMKM nasional di tengah pandemi. “Saat ini kita ada sekitar 12 juta UMKM yang terhubung dengan platform digital. Kita targetkan di tahun 2024 ada 30 juta UMKM,” sebut Teten.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto mengatakan, kerja sama yang dilakukan bertujuan mengangkat potensi UMKM Jabar yang sangat besar untuk masuk ke ekonomi digital.
“Shopee melihat Jawa Barat memiliki potensi yang besar dengan beragam kategori produk yang kuat, yaitu tekstil, barang-barang kulit, kerajinan kayu, batik Sunda, dan sebagainya, yang kami yakin sudah siap bersaing. Hal ini sejalan dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM, serta Pemprov Jabar,” kata Christin.
Christin menambahkan, Shopee berkomitmen untuk memfasilitasi dan memberikan sorotan bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh. “Semoga dengan berbagai inisiatif yang diberikan, kita bisa sama-sama mengawali suksesnya UMKM tanah air dengan Go Digital dan dilanjutkan hingga Go Global bersama Shopee,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :