Nestle Akui Produk Cokelat dan Es Krimnya Tak Penuhi Standar Kesehatan Eksternal

Senin, 07 Juni 2021 - 20:57 WIB
loading...
Nestle Akui Produk Cokelat...
Foto/Ilustrasi/MNC Media
A A A
JAKARTA - PT Nestlé Indonesia buka suara atas laporan media Financial Times mengenai 60% produknya diduga tidak sehat . Pihak Nestle menyatakan, laporan itu hanya didasarkan pada setengah dari portofolio penjualan global.

“Laporan tersebut didasarkan pada analisis yang mencakup hanya sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk kami. Analisis itu tidak mencakup produk-produk gizi bayi/anak, gizi khusus, makanan hewan peliharaan, dan produk kopi,” demikian pernyataan Nestle dikutip dari web resmi di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Namun perusahaan produk makanan dan minuman global ini mengakui bahwa produk-produknya kurang dari 30% tidak memenuhi standar "kesehatan" eksternal yang ketat. Produk itu didominasi produk indulgent (memanjakan), seperti cokelat dan es krim, yang bisa dikonsumsi dalam jumlah yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat, seimbang, dan menyenangkan.

Baca juga:Memperlambat Serapan APBD Harus Mendapatkan Sanksi Tegas

“Kami percaya portofolio merek dan kategori produk-produk kami berkontribusi secara positif untuk kesehatan dan keafiatan komunitas yang kami layani di seluruh dunia,” tambahnya.

Nestlé melanjutkan, pihaknya memiliki proyek di dalam perusahaan untuk memperbarui standar gizi, kesehatan, dan keafiatannya. Nestle juga melihat secara menyeluruh semua portofolio produknya di berbagai fase kehidupan manusia demi memastikan bahwa produk-produk itu membantu para konsumen memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung pola makan dengan gizi seimbang.

Sebagai bagian dari kegiatan bisnisnya, Nestlé senantiasa melakukan penilaian terhadap portofolio produknya dan merenovasi serta memformulasi ulang produk-produk dimaksud. Nestlé Indonesia telah melakukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan kualitas gizi produk-produknya, seperti mengurangi gula dan garam dalam dua dekade terakhir.

Baca juga:Potret Paramitha Rusady di Usia 54 Tahun, Tetap Cantik dan Awet Muda

Sebelumnya Yayasan lembaga Konsumen Indonesia meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar melakukan klarifikasi dan investigasi perihal bocornya dokumen internal Nestle. Dalam dokumen disebutkan bahwa 60% produk makanan dan minuman Nestle tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, sebagai lembaga yang memberikan sertifikasi terhadap makanan, minuman, dan obat-obatan, BPOM sangat berperan dan bertanggung jawab terhadap isi dokumen yang bocor tersebut.

"Kalau betul dokumen menyatakan tidak sehat, tentu harus diinvestigasi. Kalau secara rasional BPOM harus melakukan investigasi lebih detail untuk meyakinkan perlindungan kepada konsumen karena menyangkut keamanan pangan," ujarnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sampah Plastik di Wilayah...
Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Mei Lebih Bahagia: Proteksi...
Mei Lebih Bahagia: Proteksi Kesehatan dari MNC Life Kini Hadir dengan Bonus Voucher Belanja
Purbaya Sempat Dilarikan...
Purbaya Sempat Dilarikan ke RS: Kini Kondisi Sehat dan Gula Darah Normal
Investasi Kesehatan...
Investasi Kesehatan Jangka Panjang, Aqua Perluas Penetrasi Produk di Rumah Sakit
GAPMMI Dukung Langkah...
GAPMMI Dukung Langkah Menperin Amankan Bahan Baku Kemasan
YLKI Beri Jempol! Satgas...
YLKI Beri Jempol! Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Rekomendasi
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Kapten Timnas Iran Mehdi...
Kapten Timnas Iran Mehdi Taremi: Kemenangan Kami Dirampok Wasit dan FIFA
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved