Startup Non-Unicorn Didorong Berburu Dana Tak Lewat Pintu Belakang
Rabu, 09 Juni 2021 - 21:45 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Fintech Society (IFSoc) mendorong perusahaan-perusahaan rintisan (startup) non-unicorn untuk memanfaatkan pasar modal dalam mencari pendanaan baru. Langkah itu dimungkinkan karena Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyediakan papan akselerasi yang bisa dimanfaatkan oleh startup baru.
Untuk itu, Ketua SC IFSoc Mirza Adityaswara mendukung BEI yang telah menyediakan papan akselerasi di pasar modal Indonesia agar sapat menarik perusahaan startup non unicorn agar bisa melantai di bursa.
Baca juga:Terhantam Pandemi, Sektor Pelayaran Minta Dukungan Ini Itu dari Pemerintah
"Hal ini perlu terus didorong karena bisa menjadi solusi bagi perusahaan-perusahaan startup nasional untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih terbuka, baik pada investor global maupun nasional," ujar Mirza dalam Press Briefing IFSoc 'IPO sebagai Opsi Pendanaan Startup' secara virtual, Rabu (9/6/2021).
Mirza menambahkan, perlunya startup untuk melantai di bursa karena sektor ekonomi digital telah berkembang secara pesat di Indonesia dan dengan adanya perusahaan-perusahaan teknologi, baik yang sudah mencapai skala unicorn maupun non unicorn, agar tidak melulu mengandalkan mekanisme pendanaan secara tertutup.
Untuk itu, Ketua SC IFSoc Mirza Adityaswara mendukung BEI yang telah menyediakan papan akselerasi di pasar modal Indonesia agar sapat menarik perusahaan startup non unicorn agar bisa melantai di bursa.
Baca juga:Terhantam Pandemi, Sektor Pelayaran Minta Dukungan Ini Itu dari Pemerintah
"Hal ini perlu terus didorong karena bisa menjadi solusi bagi perusahaan-perusahaan startup nasional untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih terbuka, baik pada investor global maupun nasional," ujar Mirza dalam Press Briefing IFSoc 'IPO sebagai Opsi Pendanaan Startup' secara virtual, Rabu (9/6/2021).
Mirza menambahkan, perlunya startup untuk melantai di bursa karena sektor ekonomi digital telah berkembang secara pesat di Indonesia dan dengan adanya perusahaan-perusahaan teknologi, baik yang sudah mencapai skala unicorn maupun non unicorn, agar tidak melulu mengandalkan mekanisme pendanaan secara tertutup.
Lihat Juga :