Tarif PPN Naik Jadi 12%, Ekonomi RI Bisa Melemah Lagi

Kamis, 10 Juni 2021 - 15:35 WIB
loading...
Tarif PPN Naik Jadi...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah baru-baru ini memutuskan untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 12%. Langkah ini dikhawatirkan memicu pelemahan ekonomi di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional.

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan kenaikan PPN akan membuat masyarakat menunda belanja dan berhemat. "Akibatnya ekonomi yang sedang tahap pemulihan bisa kembali melemah," ujarnya kepada MNC Portal di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Giliran Sekolah Swasta, Paud hingga Jasa Bimbel Bakal Dipungut Pajak

Hal ini juga dinilai akan berdampak pada masyarakat menengah ke bawah. "Masyarakat menengah ke bawah juga merasa pemerintah pro terhadap orang kaya dengan memberikan aneka diskon pajak selama masa pandemi," cetusnya.

Sementara itu, beban bagi kelas menengah bawah naik signifikan. Bhima pun menilai bahwa kebijakan yang diambil ini menandakan bahwa pemerintah kurang memahami momentum. "Jadi perlu dibatalkan rencana ubah PPN, baik melalui kenaikan tarif maupun perluasan objek," tandasnya.

Baca juga: Terbongkar, Orang-orang Super Kaya AS Hampir Tak Bayar Pajak Penghasilan

Dia lantas menyontohkan negara-negara seperti Inggris, Irlandia dan Jerman yang justru memangkas PPN untuk mempercepat pemulihan daya beli. "Berikutnya ada Kolombia yang akhirnya membatalkan rencana perubahan PPN karena diprotes warganya," tukasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil...
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil Sinkronkan Kebijakan Fiskal dan Energi
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pengurangan PBB-P2 2026, Ringankan Beban Wajib Pajak
Petisi Penugasan Ulang...
Petisi Penugasan Ulang Ditolak, Cha Eun-woo Tetap di Band Militer
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Jenis Mobil yang Dikenai...
4 Jenis Mobil yang Dikenai Pungutan PPN 12% di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved