RI, Afsel dan Meksiko Dukung Pungutan Pajak Perusahaan Asing Minimal 15%

Kamis, 10 Juni 2021 - 22:42 WIB
loading...
RI, Afsel dan Meksiko...
G7 sepakat perusahaan multinasional membayar lebih banyak pajak di negara-negara tempat mereka beroperasi. FOTO/REUTERS
A A A
BERLIN - Jajaran Menteri Keuangan, Indonesia, Afrika Selatan dan Meksiko medukung penuh terkait aturan pajak internasional agar perusahaan membayar secara adil di dunia bisnis yang lebih global dan digital.

Dalam artikel bersama dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz, Sri Mulyani Indrawati dari Indonesia, Tito Mboweni dari Afrika Selatan dan Arturo Herrera Gutierrez dari Meksiko mendukung perubahan yang diusulkan oleh negara-negara maju Kelompok Tujuh (G7).

Baca Juga: Wow! Deretan Orang Terkaya Dunia Ini Ternyata Doyan Ngemplang Pajak

Para menteri keuangan G7 pada hari Sabtu menyetujui sebuah sistem untuk membuat perusahaan multinasional membayar lebih banyak pajak di negara-negara tempat mereka beroperasi, di samping tarif pajak perusahaan global minimum setidaknya 15%.

"Tahun ini, negara-negara memiliki kesempatan bersejarah untuk mengakhiri perlombaan ke bawah dalam perpajakan perusahaan, memulihkan sumber daya pemerintah pada saat yang paling dibutuhkan," kata lima menteri dalam artikel yang diterbitkan di surat kabar termasuk Washington Post dan Frankfurter. Allgemeine Zeitung.

"Untuk membuka jalan menuju tujuan itu, kami mendukung pemahaman awal bahwa tarif pajak minimum global harus setidaknya 15 persen, seperti yang disepakati oleh negara-negara Kelompok Tujuh minggu lalu," tulis mereka, menambahkan bahwa mereka yakin minimum tingkat bisa "pada akhirnya didorong lebih tinggi".

Baca Juga: Data Pajak Jeff Bezos dan Elon Musk Bocor, Sri Mulyani: Ini Masalah Besar

Sistem pajak internasional saat ini telah mengikis kedaulatan nasional dan menempatkan kelas pekerja pada posisi yang kurang menguntungkan, kata mereka. "Bersama-sama, kita dapat memastikan bahwa kapitalisme global kompatibel dengan sistem pajak yang adil dan bahwa pemerintah dapat mengenakan pajak pada perusahaan multinasional," imbuhnya.

Mereka mendesak semua negara lain yang terlibat dalam negosiasi untuk bekerja sama dan mencapai kesepakatan sebelum menteri keuangan dari Kelompok 20 ekonomi utama bertemu pada Juli. Penandatanganan G20 pada dasarnya akan memberikan kesepakatan itu jangkauan di seluruh dunia.
Anggota G20, China, termasuk di antara negara-negara yang telah menyuarakan keberatan atas tarif pajak perusahaan minimum global minimal 15%, kata orang-orang yang akrab dengan negosiasi tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan...
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40% Ekonomi Dunia di 2025
Melebur G7 Bersama BRICS...
Melebur G7 Bersama BRICS untuk Melawan Fragmentasi Dunia
Pilih Gandeng BRICS,...
Pilih Gandeng BRICS, Negara Maju G7 Bakal Melawan AS?
Orang Inggris Diramal...
Orang Inggris Diramal Makin Miskin, Ekonomi Tertinggal dari Mayoritas G7
Gaet Anggota BRICS,...
Gaet Anggota BRICS, AS Pertimbangkan Bentuk Alternatif G7
Duel Ekonomi BRICS vs...
Duel Ekonomi BRICS vs G7, Siapa yang Paling Kuat di 2026?
Macron Ingin G7 Bangun...
Macron Ingin G7 Bangun Jembatan dengan BRICS
Prabowo Tegaskan RI...
Prabowo Tegaskan RI Nonblok di Depan Putin: 1.000 Teman Kurang, 1 Musuh Terlalu Banyak
Serang Iran, Jerman...
Serang Iran, Jerman Puji Israel Lakukan Pekerjaan Kotor untuk Negara-negara Barat
Rekomendasi
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
Indonesia Efisiensi,...
Indonesia Efisiensi, Singapura Bagi-bagi Dolar dan Diskon Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved