Tolak Kenaikan PPN Sembako, Buruh: Ini Sifat Penjajah!
Jum'at, 11 Juni 2021 - 10:50 WIB
loading...
Buruh siap menjadi gaeda terdepan dalam melakukan perlawanan jika pemerintah menaikkan PPN sembako. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengecam keras rencana pemerintah untuk menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako dan memberlakukan tax amnesty jilid 2.
"Kami mengecam keras rencana untuk memberlakukan tax amnesty dan menaikkan PPN sembako. Ini adalah cara-cara kolonialisme, sifat penjajah!" tandas Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Pajak Sembako Di-blow Up, Sri Mulyani: Bikin Situasi Jadi Kikuk
Menurut Said, sangat tidak adil jika orang kaya diberikan relaksasi pajak, termasuk produsen mobil yang diberikan keringanan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 0%, sementara pangan bagi rakyat kecil dibebani kenaikan pajak. "Sekali lagi, ini sifat kolonialisme. Penjajah!" cetusnya.
Dia menegaskan, jika rencana menaikkan PPN sembako ini tetap dilanjutkan, maka kaum buruh akan menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan. Perlawanan akan dilakukan berupa aksi di jalanan maupun mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
"Kami mengecam keras rencana untuk memberlakukan tax amnesty dan menaikkan PPN sembako. Ini adalah cara-cara kolonialisme, sifat penjajah!" tandas Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Pajak Sembako Di-blow Up, Sri Mulyani: Bikin Situasi Jadi Kikuk
Menurut Said, sangat tidak adil jika orang kaya diberikan relaksasi pajak, termasuk produsen mobil yang diberikan keringanan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 0%, sementara pangan bagi rakyat kecil dibebani kenaikan pajak. "Sekali lagi, ini sifat kolonialisme. Penjajah!" cetusnya.
Dia menegaskan, jika rencana menaikkan PPN sembako ini tetap dilanjutkan, maka kaum buruh akan menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan. Perlawanan akan dilakukan berupa aksi di jalanan maupun mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
Lihat Juga :