Tak Pandang Bulu, Direksi dan Komisaris Baru BUMN Bakal 'Diospek' Dulu

loading...
Tak Pandang Bulu, Direksi dan Komisaris Baru BUMN Bakal Diospek Dulu
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
JAKARTA - Kementerian BUMN tengah menerapkan sesi orientasi bagi direksi dan komisaris perusahaan pelat merah. Orientasi tersebut berlaku bagi manajemen yang baru diangkat pemegang saham.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, orientasi akan berlaku bagi manajemen perusahaan yang berasal dari latar belakang apapun. “Semua komisaris direksi dan jajaran manajemen di BUMN, terlepas apapun latar belakangnya akan menjalani sesi orientasi saat baru bergabung," ungkapnya, Jumat (11/6/2021).

Adapun proses orientasi berupa pelatihan lanjutan selama menjabat hingga pelatihan tingkat advance bagi para top talents di BUMN Learning and Management Institute (BLMI).

Tujuannya agar ada pemahaman dan irama yang sama antara manajemen serta terbentuknya pemimpin berkelas dunia yang mampu meningkatkan kinerja dan daya kompetisi BUMN ke depannya.



Baca juga: Resmi Jabat Komut Inalum, Ini Jejak Karir Doni Monardo

Tercatat, ada sejumlah sosok yang diangkat Erick Thohir sebagai petinggi perseroan negara. Dalam dua pekan terakhir ini, Mantan Bos Inter Milan itu menempatkan Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank sebagai Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero). Abdee sendiri merupakan seorang musisi.

Kemudian, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, yang diangkat sebagai Komisaris Utama Telkom.

Terbaru, Doni Monardo yang belum lama lepas jabatan sebagai Kepala BNPB pada hari ini resmi diangkat menjadi Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Doni merupakan mantan Jenderal TNI.

Di sisi lain, Kementerian BUMN sendiri sudah meresmikan pendirian BLMI. Lembaga baru ini pun menggandeng business school kelas dunia untuk mengadakan sejumlah program. Misalnya, Indonesian Institute of Corporate Directors (IICD) untuk para komisaris dan IPMI International Business School untuk para Direksi.

Baca juga: Soal Urusan Aset BUMN, PLN Paling Besar Kalahkan Pertamina dan 4 Bank Himbara



Kemudian, INSEAD dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) untuk para Chief Financial Officer School; Michigan Ross School of Business dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) untuk para Chief Human Capital Officer, juga International Institute for Management Development (IMD) Business School, Swiss, untuk para CEO.

“Pemimpin di BUMN harus selalu belajar, tumbuh, dan berkontribusi untuk Indonesia. Dan siap dicopot jika tidak memenuhi KPI, dan tidak sejalan dengan core values AKHLAK dan GCG,” tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top