Tapera Ajak KSEI dan BRI Mengelola Dana Tapera di Bursa
Jum'at, 11 Juni 2021 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, BRI selaku Bank Kustodian yang telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan usaha jasa penitipan efek, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili rekening yang menjadi nasabahnya. Isi perjanjian telah dibahas dan disepakati oleh para pihak untuk selanjutnya harus ditandatangan sebelum beroperasinya pengelolaan KPDT yang efektif berlaku per 14 Juni 2021 mendatang.
“KSEI dan Bank Kustodian yang kami tunjuk yakni BRI merupakan dua lembaga yang sepak terjangnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Kedua entitas ini merupakan entitas yang kredibel dan prudent,” jelasnya.
Dengan kolaborasi dengan KSEI dan BRI, BP Tapera optimis bahwa pencatatan peserta individual Tapera di KSEI dapat menambah jumlah investor ritel pasar modal. Pada tahap pertama subscription Dana Tapera adalah kurang lebih sebesar Rp 8,05 triliun dengan jumlah peserta sebanyak 3,47 Juta. Peserta Tapera dapat melihat catatan nilai unit penyertaan serta akumulasi saldo dan hasil pemupukannya di aplikasi yang disediakan oleh KSEI maupun Portal Tapera.
Baca Juga : Kasus Nasabah Minna Padi, Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas
Selain meningkatkan kredibilitas dalam mengelola dana peserta, Adi berharap penciptaan multiplier effect oleh program Tapera dapat turut mengungkit perekonomian nasional yang masih dalam masa pemulihan dan mendukung program nasional Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Program Pemulihan Ekonomi ini adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah guna memitigasi dampak pandemi Covid-19,” kata Adi.
Ke depan, BP Tapera berharap bahwa kolaborasi dengan KSEI dan BRI akan semakin memperbanyak peserta Tapera, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai peserta gelombang pertama yang memanfaatkan layanan Tapera. Pada akhirnya, upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio jumlah rumah tangga yang menghuni rumah layak dari 56,75% menjadi 70% pada 2024 dapat segera terwujud.
“KSEI dan Bank Kustodian yang kami tunjuk yakni BRI merupakan dua lembaga yang sepak terjangnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Kedua entitas ini merupakan entitas yang kredibel dan prudent,” jelasnya.
Dengan kolaborasi dengan KSEI dan BRI, BP Tapera optimis bahwa pencatatan peserta individual Tapera di KSEI dapat menambah jumlah investor ritel pasar modal. Pada tahap pertama subscription Dana Tapera adalah kurang lebih sebesar Rp 8,05 triliun dengan jumlah peserta sebanyak 3,47 Juta. Peserta Tapera dapat melihat catatan nilai unit penyertaan serta akumulasi saldo dan hasil pemupukannya di aplikasi yang disediakan oleh KSEI maupun Portal Tapera.
Baca Juga : Kasus Nasabah Minna Padi, Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas
Selain meningkatkan kredibilitas dalam mengelola dana peserta, Adi berharap penciptaan multiplier effect oleh program Tapera dapat turut mengungkit perekonomian nasional yang masih dalam masa pemulihan dan mendukung program nasional Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Program Pemulihan Ekonomi ini adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah guna memitigasi dampak pandemi Covid-19,” kata Adi.
Ke depan, BP Tapera berharap bahwa kolaborasi dengan KSEI dan BRI akan semakin memperbanyak peserta Tapera, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai peserta gelombang pertama yang memanfaatkan layanan Tapera. Pada akhirnya, upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio jumlah rumah tangga yang menghuni rumah layak dari 56,75% menjadi 70% pada 2024 dapat segera terwujud.
(dar)
Lihat Juga :