Penasaran Kenapa PLN Bisa Utang Ratusan Triliun? Simak Penjelasan Pengamat Ini

Sabtu, 12 Juni 2021 - 10:37 WIB
loading...
Penasaran Kenapa PLN...
Petugas PLN membangun ulang jaringan listrik yang rusak akibat terjangan badai siklon tropis Seroja di Pulau Adonara beberapa waktu lalu. Foto/Ilustrasi/Dok.
A A A
JAKARTA - Utang PT PLN (Persero) yang tembus di atas Rp500 triliun belakangan ini ramai menjadi perbincangan publik. Umumnya, publik bertanya-tanya mengapa PLN berutang begitu besar sementara BUMN kelistrikan tersebut merupakan pemain tunggal bisnis listrik di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan memberikan penjelasan terkait ini. Secara umum, jelas dia, hal itu berkaitan dengan peran PLN serta penugasaan yang dibebankan pemerintah kepadanya.

"Memang utang PLN mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir ini, tapi berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, kenaikan ini berbanding lurus dengan jumlah aset yang dimiliki oleh PLN. Hal ini membuktikan bahwa dana pinjaman tersebut digunakan untuk kegiatan produktif," tuturnya dalam keterangan pers, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Soal Urusan Aset BUMN, PLN Paling Besar Kalahkan Pertamina dan 4 Bank Himbara

Pada periode 2015–2020, kata Mamit, aset PLN meningkat menjadi Rp1.589 triliun, naik sebesar Rp275 triliun. Menurut dia, sesuai dengan Perpres No 4/2016, PLN mendapatkan penugasan untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan seperti FTP-1 dan Program Pembangkit 35.000 MW. Tugas itu, tegas Mamit, jelas membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Rekomendasi
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
Berita Terkini
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved