Dari Rp6.000 Triiliun, Bahlil Sebut Kredit yang Mengalir ke UMKM Masih Seret
Senin, 14 Juni 2021 - 14:58 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mengakui kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) rendah. Padahal per 2019 penyaluran kredit dalam negeri mencapai Rp6.000 triliun.
Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, realisasi nilai kredit tersebut terdiri atas Rp300 triliun untuk investasi luar negeri dan dalam negeri mencapai Rp5.700 triliun. Sementara dari Rp5.700 triliun, kredit UMKM hanya Rp1.127
triliun.
Baca juga:Sabu 1,1 Ton, Kapolri: Selamatkan 5,6 Juta Jiwa Masyarakat Indonesia
"Di 2019 akhir, kredit lending kita ada di Rp6.000 triliun. Jadi total kredit yang ada di negara kita Rp6.000 triliun, Rp300 triliun untuk investasi ke luar negeri dan dalam negeri Rp5.700 triliun. Tau gak berapa untuk UMKM? Tak lebih dari Rp1.127 t atau setara 18,3%," ujar Bahlil dalam diskusi UMKM Menuju Pasar Global, Senin (14/6/2021).
Kondisi itu dinilai masih timpang. Di satu sisi, pemerintah bersikeras agar UMKM mampu bersaing di pasar global, namun di lain sisi pembiayaan perbankan untuk mendongkrak usaha mikro itu masih minim.
Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, realisasi nilai kredit tersebut terdiri atas Rp300 triliun untuk investasi luar negeri dan dalam negeri mencapai Rp5.700 triliun. Sementara dari Rp5.700 triliun, kredit UMKM hanya Rp1.127
triliun.
Baca juga:Sabu 1,1 Ton, Kapolri: Selamatkan 5,6 Juta Jiwa Masyarakat Indonesia
"Di 2019 akhir, kredit lending kita ada di Rp6.000 triliun. Jadi total kredit yang ada di negara kita Rp6.000 triliun, Rp300 triliun untuk investasi ke luar negeri dan dalam negeri Rp5.700 triliun. Tau gak berapa untuk UMKM? Tak lebih dari Rp1.127 t atau setara 18,3%," ujar Bahlil dalam diskusi UMKM Menuju Pasar Global, Senin (14/6/2021).
Kondisi itu dinilai masih timpang. Di satu sisi, pemerintah bersikeras agar UMKM mampu bersaing di pasar global, namun di lain sisi pembiayaan perbankan untuk mendongkrak usaha mikro itu masih minim.
Lihat Juga :