ASN Bekerja dari Bali Bisa Kerek Produktivitas Sekaligus Ekonomi Pulau Dewata
Selasa, 15 Juni 2021 - 22:33 WIB
loading...
Work from Bali juga diharapkan mendorong tumbuhnya keyakinan dan kepercayaan bagi warga dunia bahwa Bali sudah aman untuk dikunjungi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tidak hanya menerapkan Work From Bali bagi aparatur sipil negara (ASN) di 7 kementerian/lembaga. Upaya lain untuk pemulihan ekonomi Bali yakni dengan merencanakan Bali sebagai tempat penyelenggaraan 12 sidang internasional selama setahun ke depan.
Baca Juga: Work From Bali Jadi Trend Setter, Pariwisata Bali akan Segera Bangkit
CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani mengatakan, terkait dengan kebijakan Work from Bali (WFB) ini, tentunya perlu diapresiasi upaya pemerintah untuk menggeliatkan dan menghidupkan sektor pariwisata yang selanjutnya akan menggerakkan roda perekonomian Bali secara keseluruhan.
“Selain dari perspektif pemulihan ekonomi, kebijakan Work From Bali juga dapat dilihat dari bagaimana upaya lokasi pariwisata dapat tetap hidup dalam situasi Covid-19. Diharapkan kebijakan ini berjalan dengan baik dan dapat diadaptasi di berbagai lokasi pariwisata lainnya di Indonesia untuk kembali berjalan normal dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai standar baru pelayanan pariwisata ,” lanjut Johanna.
Work from Bali juga diharapkan mendorong tumbuhnya keyakinan dan kepercayaan bagi warga dunia bahwa Bali sudah aman untuk dikunjungi. Secara psikologis, dengan pemerintah yang berani menempatkan ASN kementrian untuk bekerja dari Bali akan semakin memperlihatkan pariwisata di Pulau Dewata sudah terbiasa untuk selalu siap dan disiplin menjalankan protokol kesehatan saat melayani para wisatawan sehingga menguatkan citra positif Bali baik di mata wisatawan lokal maupun mancanegara.
Baca Juga: Work From Bali Jadi Trend Setter, Pariwisata Bali akan Segera Bangkit
CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani mengatakan, terkait dengan kebijakan Work from Bali (WFB) ini, tentunya perlu diapresiasi upaya pemerintah untuk menggeliatkan dan menghidupkan sektor pariwisata yang selanjutnya akan menggerakkan roda perekonomian Bali secara keseluruhan.
“Selain dari perspektif pemulihan ekonomi, kebijakan Work From Bali juga dapat dilihat dari bagaimana upaya lokasi pariwisata dapat tetap hidup dalam situasi Covid-19. Diharapkan kebijakan ini berjalan dengan baik dan dapat diadaptasi di berbagai lokasi pariwisata lainnya di Indonesia untuk kembali berjalan normal dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai standar baru pelayanan pariwisata ,” lanjut Johanna.
Work from Bali juga diharapkan mendorong tumbuhnya keyakinan dan kepercayaan bagi warga dunia bahwa Bali sudah aman untuk dikunjungi. Secara psikologis, dengan pemerintah yang berani menempatkan ASN kementrian untuk bekerja dari Bali akan semakin memperlihatkan pariwisata di Pulau Dewata sudah terbiasa untuk selalu siap dan disiplin menjalankan protokol kesehatan saat melayani para wisatawan sehingga menguatkan citra positif Bali baik di mata wisatawan lokal maupun mancanegara.
Lihat Juga :