Kolaborasi dengan Malacca Straits, Anak Usaha MNC Vision Izin ke SEC

Rabu, 16 Juni 2021 - 10:23 WIB
loading...
Kolaborasi dengan Malacca...
Ilustrasi. FOTO/MNC Media
A A A
JAKARTA - Asia Vision Network (AVN) sebagai anak perusahaan dari PT. MNC Vision Networks Tbk (IPTV) telah menyerahkan draft laporan registrasi konfidensial pada Formulir F-4 ke SEC. Hal itu berkaitan dengan merger bisnisnya dengan Malacca Straits Acquisition Company (NASDAQ: MLAC). AVN merupakan perusahaan induk dari Vision+ dan MNC Play.

Kombinasi bisnis tersebut tunduk pada syarat dan kondisi penutupan yang berlaku, termasuk persetujuan dari pemegang saham MLAC, dan diharapkan akan rampung pada Q3-2021. Setelah proses validasi tersebut selesai, AVN diharapkan akan terdaftar di NASDAQ sebagai perusahaan induk baru Indonesia yang terdaftar di AS.

“Hari ini, saya sangat bangga untuk mengumumkan pencapaian besar dari IPTV. Kami senang untuk dapat bermitra dengan Malacca Straits untuk menciptakan peluang yang jauh lebih besar bagi pertumbuhan bisnis Perseroan. Bersama dengan Malacca Straits, kami bertekad untuk membawa bisnis OTT dan streaming dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia untuk terdaftar di NASDAQ, pasar modal terbesar di dunia. Selanjutnya, dengan mengambil langkah ke depan yang signifikan ini, kami yakin akan dapat mempercepat pertumbuhan Perseroan dengan model bisnisnya yang unik," ujar Ade Tjendra, Presiden Direktur dari IPTV, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Usai Kantongi Izin Digital Onboarding, MNC Bank Kian Dilirik Investor

Sebagai informasi, Asia Vision Network adalah perusahaan induk dari Vision+, bisnis media OTT dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dan MNC Play, operator fixed broadband dan Fiber Optik TV Berlangganan terbesar ke-3 di Indonesia, yang merupakan bagian dari MNC Group, grup media terintegrasi terbesar di Asia Tenggara.
Vision+ mendominasi pasar SVOD OTT dengan proposisi konten Indonesia yang terbesar melalui kerjasamanya dengan pustaka konten milik MNC Group dan memiliki hak eksklusif untuk menyiarkan seluruh saluran FTA TV di platformnya.

Selain itu, Vision+ menawarkan konten internasional dan lokal dalam bentuk VOD dengan lebih dari 10.000 jam dan memiliki hingga 120 saluran linier premium dengan fitur time-shift dan catch-up sampai dengan 7 hari ke belakang. Pada Desember 2020, Vision+ memiliki 32 juta Monthly Active Users dengan lebih dari 1,6 juta pelanggan berbayar.

MNC Play menghadirkan layanan broadband & fiber optik TV berlangganan, serta perangkat Android OTT Box melalui Playbox. Dengan menggunakan infrastruktur FTTH, MNC Play menawarkan internet berkecepatan tinggi hingga 1000 Mbps dan TV berlangganan dengan 172 saluran HD ready. Pada akhir tahun 2020, MNC Play telah menggelar hampir 1,5 juta home pass dengan lebih dari 296.000 pelanggan.

MNC Play telah berhasil menjalin kemitraan dengan berbagai penyedia jaringan netral untuk mempercepat perluasan jaringan di luar home pass yang dimiliki, untuk menambahkan 700.000 home pass di lebih dari 14 kota dan merupakan penyedia layanan pertama yang mendapatkan kontrak multi-tahun dengan ICON+, yang memiliki akses dan biaya penggelaran terendah untuk setiap home pass di Indonesia.

Baca Juga: Demam Bola, MNCN Berjaya! UEFA EURO 2020 Jadi Program Idola RCTI, iNews & MNCTV

Sedangkan, Malacca Straits adalah perusahaan blank check yang dibentuk untuk tujuan melakukan merger, pertukaran saham, akuisisi aset, pembelian saham, reorganisasi atau kombinasi bisnis serupa dengan satu atau lebih. Malacca Straits menyelesaikan penawaran umum perdana pada 17 Juli 2020. Unit, saham, dan warannya tercatat di Pasar Modal NASDAQ.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Banyak Perusahaan Telat...
Banyak Perusahaan Telat Notifikasi ke KPPU usai Merger dan Akuisisi
Pakar Pelabuhan Kritik...
Pakar Pelabuhan Kritik Rencana Merger PELNI hingga Pelindo, Alihkan Beban Negara ke BUMN Komersial
Bos Danantara Ungkap...
Bos Danantara Ungkap Alasan di Balik Rencana Keterlibatan Merger GoTo-Grab
Merger BUMN Karya Tidak...
Merger BUMN Karya Tidak Selesai Tahun Ini, COO Danantara: Kuartal I 2026
Menakar Peluang Merger...
Menakar Peluang Merger GOTO dan Grab, Siapa yang Dicaplok?
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Momen Ketua Komisi XIII...
Momen Ketua Komisi XIII DPR Singgung Isu Merger Gerindra-Nasdem
Senyum Semringah Lansia...
Senyum Semringah Lansia Wisma Sahabat Baru Saat Terima Kunjungan MVN dan MNC Peduli
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved