Duh! Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 Muncul Ancaman Harga Pangan
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:00 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Harga komoditas pangan di beberapa negara Asia melonjak. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran konsumen Indonesia dengan meningkatnya harga barang-barang di tengah lonjakan jumlah kasus Covid-19 .
Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, indeks biaya pangan melambung hampir mencapai 5% pada Mei 2021 atau menjadi kenaikan tertinggi sejak September 2011. Kenaikan ini dinilai dapat mempercepat inflasi yang lebih luas dan mempersulit upaya bank sentral dalam memberi lebih banyak stimulus.
Baca juga:Bom Mobil Meledak di Pangkalan Militer Kolombia, 36 Orang Terluka
Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal menilai, ada kemungkinan demand akan cenderung inbalance. Sehingga ada kecenderungan dari demand di negara-negara tertentu untuk naik, sementara produksinya tertahan.
Fithra melanjutkan, negara-negara yang sebelumnya menjadi eksportir barang-barang komoditas pangan, kemudian menahannya untuk kebutuhan dalam negeri. Tentu saja langkah itu bisa memicu kenaikan harga.
“Secara alami, demand itu lebih agresif dibandingkan dengan kemampuan produksi. Jadi seperti yang kita alami sekarang dengan kenaikan harga, itu disebabkan karena gap tersebut,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Rabu (16/6/2021).
Menyikapi terkait naiknya harga pangan di pasar dunia, Fithra menyebut, Indonesia harus mengamankan stok. Bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi impor.
Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, indeks biaya pangan melambung hampir mencapai 5% pada Mei 2021 atau menjadi kenaikan tertinggi sejak September 2011. Kenaikan ini dinilai dapat mempercepat inflasi yang lebih luas dan mempersulit upaya bank sentral dalam memberi lebih banyak stimulus.
Baca juga:Bom Mobil Meledak di Pangkalan Militer Kolombia, 36 Orang Terluka
Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal menilai, ada kemungkinan demand akan cenderung inbalance. Sehingga ada kecenderungan dari demand di negara-negara tertentu untuk naik, sementara produksinya tertahan.
Fithra melanjutkan, negara-negara yang sebelumnya menjadi eksportir barang-barang komoditas pangan, kemudian menahannya untuk kebutuhan dalam negeri. Tentu saja langkah itu bisa memicu kenaikan harga.
“Secara alami, demand itu lebih agresif dibandingkan dengan kemampuan produksi. Jadi seperti yang kita alami sekarang dengan kenaikan harga, itu disebabkan karena gap tersebut,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Rabu (16/6/2021).
Menyikapi terkait naiknya harga pangan di pasar dunia, Fithra menyebut, Indonesia harus mengamankan stok. Bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi impor.
Lihat Juga :