Platform Digital Ekspor Kini Punya Asosiasi, Produk RI Bisa Bersaing di Luar Negeri
Kamis, 17 Juni 2021 - 01:39 WIB
loading...
Sebanyak 14 platform digital berorientasi ekspor menginisiasi berdirinya Asosiasi Platform Digital Ekspor Indonesia (APDEI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 14 platform digital berorientasi ekspor menginisiasi berdirinya Asosiasi Platform Digital Ekspor Indonesia (APDEI). Pembentukan asosiasi ini sebagai bentuk dukungan mereka terhadap peningkatan ekspor Indonesia.
Baca Juga: Catat Kenaikan Ekspor 23 Persen, Ridwan Kamil: Mesin Ekonomi Kembali Berfungsi
Ketua Umum APDEI, Hadi Lee, mengatakan, wadah asosiasi dibentuk berdasarkan semangat mendorong ekspor secara lebih masif melalui platform digital dengan tiga pilar utama, yaitu regulasi, digitalisasi, dan kolaborasi.
"Ketiga pilar tersebut dijalankan bersama melalui gerakan #PDEkspor, yang juga merupakan akronim dari nama asosiasi. Hastag ini mengampanyekan kebanggaan terhadap buatan Indonesia ke pasar global, PeDe atau percaya diri bahwa produk dan jasa Indonesia mampu bersaing di luar negeri melalui platform digital," papar Hadi di Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Semangat tersebut, lanjut Hadi, didorong oleh kondisi persaingan di pasar global yang telah memasuki era baru. Terutama, kondisi dunia yang saat ini masih dilanda pandemi COVID-19.
Baca Juga: Catat Kenaikan Ekspor 23 Persen, Ridwan Kamil: Mesin Ekonomi Kembali Berfungsi
Ketua Umum APDEI, Hadi Lee, mengatakan, wadah asosiasi dibentuk berdasarkan semangat mendorong ekspor secara lebih masif melalui platform digital dengan tiga pilar utama, yaitu regulasi, digitalisasi, dan kolaborasi.
"Ketiga pilar tersebut dijalankan bersama melalui gerakan #PDEkspor, yang juga merupakan akronim dari nama asosiasi. Hastag ini mengampanyekan kebanggaan terhadap buatan Indonesia ke pasar global, PeDe atau percaya diri bahwa produk dan jasa Indonesia mampu bersaing di luar negeri melalui platform digital," papar Hadi di Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Semangat tersebut, lanjut Hadi, didorong oleh kondisi persaingan di pasar global yang telah memasuki era baru. Terutama, kondisi dunia yang saat ini masih dilanda pandemi COVID-19.
Lihat Juga :