Cuitan Ligwina Hananto Bikin Geger Jagat Twitter, Safir Senduk pun 'Turun Tangan'
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Masalahnya, bagian cuitan Ligwina yang menulis, "Ya kali gak punya rumah di umur 40-an," menimbulkan tafsir yang utamanya dianggap "menyindir" sebagian besar masyarakat yang belum memiliki rumah karena memang tak memiliki kemampuan atau previlege yang sama dengan mereka yang sudah punya.
Kontan saja, para netizen pun ramai-ramai "menyerbu" cuitan wanita berusia 45 tahun itu, baik yang pro maupun yang kontra. Mereka yang mendukung umumnya memberikan pandangan-pandangan tentang cara mereka bisa memiliki rumah, seperti membeli rumah di lokasi yang jauh, punya rumah lewat KPR, menabung, ambil rumah subsidi, dll.
Ini salah satu cuitan kelompok itu, yang ditulis oleh akun @berkatakas4r, "Aku umur 29 mutusin ambil KPR subsidi 10th. Baru jalan 1 tahun. Emang udah nargetin umur 40 udeh punya rumah. Karena umur segitu aku masih produktif buat kerja bagai kuda....."
Sementara mereka yang kontra jelas "menyerang" (sebagian) cuitan itu karena mereka memandang bahwa tak semua orang, sekali lagi, punya kemampuan keuangan dan previllege yang sama. Apalagi, seperti yang dimiliki Ligwina, yang diketahui bisa kuliah di Australia. Kalangan ini mengungkapkan realitas yang banyak terjadi di masyarakat sehingga mereka tak memiliki rumah.
Salah satu cuitan yang mewakili mereka yang kontra ditulis oleh akun @kayumati99. "Edukasinya Wina cuma buat kalangan tertentu. Faktanya masih banyak permasalahan. Gaji rendah, sandwich generation, belum nyari kerja susah, intinya mau dapetin uangnya saja susah. Boro2 mikir rumah, kebutuhan sehari hari aja kas bon".
Tak cuma netizen biasa yang mengomentari cuitan Ligwinia. Bahkan, dedengkot perencana keuangan macam Safir Senduk pun 'turun tangan'. Memang, Safir tidak secara langsung mengomentarinya, misal dengan mengutip cuitan tersebut. Dia hanya menuliskan cuitan di time linenya sendiri, sehari kemudian (18/6).
Kontan saja, para netizen pun ramai-ramai "menyerbu" cuitan wanita berusia 45 tahun itu, baik yang pro maupun yang kontra. Mereka yang mendukung umumnya memberikan pandangan-pandangan tentang cara mereka bisa memiliki rumah, seperti membeli rumah di lokasi yang jauh, punya rumah lewat KPR, menabung, ambil rumah subsidi, dll.
Ini salah satu cuitan kelompok itu, yang ditulis oleh akun @berkatakas4r, "Aku umur 29 mutusin ambil KPR subsidi 10th. Baru jalan 1 tahun. Emang udah nargetin umur 40 udeh punya rumah. Karena umur segitu aku masih produktif buat kerja bagai kuda....."
Sementara mereka yang kontra jelas "menyerang" (sebagian) cuitan itu karena mereka memandang bahwa tak semua orang, sekali lagi, punya kemampuan keuangan dan previllege yang sama. Apalagi, seperti yang dimiliki Ligwina, yang diketahui bisa kuliah di Australia. Kalangan ini mengungkapkan realitas yang banyak terjadi di masyarakat sehingga mereka tak memiliki rumah.
Salah satu cuitan yang mewakili mereka yang kontra ditulis oleh akun @kayumati99. "Edukasinya Wina cuma buat kalangan tertentu. Faktanya masih banyak permasalahan. Gaji rendah, sandwich generation, belum nyari kerja susah, intinya mau dapetin uangnya saja susah. Boro2 mikir rumah, kebutuhan sehari hari aja kas bon".
Tak cuma netizen biasa yang mengomentari cuitan Ligwinia. Bahkan, dedengkot perencana keuangan macam Safir Senduk pun 'turun tangan'. Memang, Safir tidak secara langsung mengomentarinya, misal dengan mengutip cuitan tersebut. Dia hanya menuliskan cuitan di time linenya sendiri, sehari kemudian (18/6).
Lihat Juga :