Giat Lestarikan Alam, BNI Dukung Hutan Organik Megamendung
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, konsep Hutan Organik ini selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Karena itu, tidak hanya ditanami pepohonan asli Jawa Barat untuk penghijauan, tetapi juga beragam tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti durian, alpukat, mangga, rambutan, cengkeh hingga pala. "Masyarakat sekitar kini sudah bisa merasakan langsung hasil panen tanaman buah-buahan tersebut," ujarnya.
Terkait kolaborasi Hutan Organik dan BNI, Yuhan mengatakan, dari 10 ribu pohon yang ditanam selama 2019, secara riil diperhitungkan mampu menyerap 45,9 ton karbondioksida. Begitu pula dengan 10 ribu pohon lainnya yang ditanam pada tahun 2020. "Ini akan terus lestari dengan adanya pembibitan di lokasi penanaman," tambahnya.
Baca Juga: Karbon Dioksida di Atmosfer Meningkat 50%, Anomali Cuaca Makin Menentu
Terpisah, Corporate Secretary BNI Mucharom mengungkapkan, mengingat besarnya manfaat penghijauan maka BNI menghibahkan sejumlah dana yang diperuntukan bagi pembiayaan sarana prasarana air, geo tagging, penanaman, dan pemeliharaan pertanian organik.
Diketahui, penanaman pohon dengan konsep geo tagging memungkinkan posisi pohon yang ditanam dapat diketahui lokasinya. Dengan demikian, BNI dapat mengetahui perkembangan proses penanaman pohon yang telah dilakukan.
Mucharom mengatakan, pertanian organik bisa menjadi ujung tombak dalam rehabilitasi lahan kritis dan ekosistem. Karena itu BNI sangat mendukung upaya kelompok pengelola Hutan Organik dalam upaya rehabilitasi lahan kritis dan pengembangan pertanian organik.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membangkitkan animo masyarakat luas untuk ikut serta melestarikan hutan dan ekosistem yang ada. BNI selaku pelopor Gerakan Green Banking telah melakukan berbagai kegiatan CSR yang salah satunya fokus pada pelestarian lingkungan pada berbagai tempat di tanah air. Memasuki usia 75 tahun pada Juli tahun ini, BNI semakin menyadari bahwa keberlangsungan usaha tidak akan terlepas dari kelestarian alam," ujarnya.
Terkait kolaborasi Hutan Organik dan BNI, Yuhan mengatakan, dari 10 ribu pohon yang ditanam selama 2019, secara riil diperhitungkan mampu menyerap 45,9 ton karbondioksida. Begitu pula dengan 10 ribu pohon lainnya yang ditanam pada tahun 2020. "Ini akan terus lestari dengan adanya pembibitan di lokasi penanaman," tambahnya.
Baca Juga: Karbon Dioksida di Atmosfer Meningkat 50%, Anomali Cuaca Makin Menentu
Terpisah, Corporate Secretary BNI Mucharom mengungkapkan, mengingat besarnya manfaat penghijauan maka BNI menghibahkan sejumlah dana yang diperuntukan bagi pembiayaan sarana prasarana air, geo tagging, penanaman, dan pemeliharaan pertanian organik.
Diketahui, penanaman pohon dengan konsep geo tagging memungkinkan posisi pohon yang ditanam dapat diketahui lokasinya. Dengan demikian, BNI dapat mengetahui perkembangan proses penanaman pohon yang telah dilakukan.
Mucharom mengatakan, pertanian organik bisa menjadi ujung tombak dalam rehabilitasi lahan kritis dan ekosistem. Karena itu BNI sangat mendukung upaya kelompok pengelola Hutan Organik dalam upaya rehabilitasi lahan kritis dan pengembangan pertanian organik.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membangkitkan animo masyarakat luas untuk ikut serta melestarikan hutan dan ekosistem yang ada. BNI selaku pelopor Gerakan Green Banking telah melakukan berbagai kegiatan CSR yang salah satunya fokus pada pelestarian lingkungan pada berbagai tempat di tanah air. Memasuki usia 75 tahun pada Juli tahun ini, BNI semakin menyadari bahwa keberlangsungan usaha tidak akan terlepas dari kelestarian alam," ujarnya.
Lihat Juga :