alexametrics

Harga Minyak Mentah Dunia Menanjak di Tengah Pelonggaran Lockdown

loading...
Harga Minyak Mentah Dunia Menanjak di Tengah Pelonggaran Lockdown
Harga minyak mentah dunia menanjak naik pada perdagangan, Selasa (26/5/2020) saat produsen berpegang teguh pada komitmen pemotongan pasokan. Foto/Dok
A+ A-
MELBOURNE - Harga minyak mentah dunia menanjak naik pada perdagangan, Selasa (26/5/2020) saat produsen berpegang teguh pada komitmen pemotongan pasokan. Sentimen positif juga datang dari langkah beberapa negara yang siap melonggarkan lockdown untuk membuat lebih banyak mobil berada di jalan.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) meningkat mencapai 2,3% atau 75 sen untuk bertengger di level USD34,00 per barel pada pukul 00.57 GMT. Sedangkan harga minyak mentah Brent berangsur naik 0,7% yang setara 23 sen ke level USD35,76/barel menguat 1,1%.

Kondisi pasar juga didukung oleh komentar Rusia yang melaporkan produksi minyak menyusut ke target 8.500.000 barel per hari (BPD) untuk Mei dan Juni di bawah kesepakatan pemotongan pasokan Organisasi Negara-negera Pengekspor Minyak (OPEC). Ditambah produsen terkemuka lainnya yang juga tergabung dalam grup tersebut atau yang dikenal sebagai OPEC +.



Dijadwalkan negara OPEC + akan bertemu lagi pada awal Juni untuk membahas mempertahankan pemotongan pasokan untuk menopang harga, yang masih turun sekitar 45% sejak awal tahun. Para produsen besar setuju pada bulan April untuk memotong output hampir 10.000.000 BPD untuk Mei dan Juni.

Kementerian Energi Rusia mengatakan peningkatan permintaan bahan bakar akan membantu memotong surplus global saat ini sekitar 7-12 juta BPD pada bulan Juni atau Juli.

"Dengan ekonomi restart, fokus dipastikan akan tertuju pada kebijakan yang fundamental, bukan apa yang tampak seperti runtuhnya permintaan pada beberapa minggu yang lalu," ujar Daniel Hynes, Ahli Strategi Komoditas senior di Australia and New Zealand Banking Group.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top