Ini Penyebab Saham Farmasi 'Menari-nari' di Atas Lonjakan Kasus Covid-19

loading...
Ini Penyebab Saham Farmasi Menari-nari di Atas Lonjakan Kasus Covid-19
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Sejumlah saham di sektor kesehatan dan farmasi mencatat kinerja positif di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Saat ini kasus positif Covid-19 lewat dari angka dua juta.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, kenaikan saham-saham di sektor farmasi tak lepas dari akan meningkatnya kebutuhan obat-obatan di tengah lonjakan kasus. Juga kenaikan permintaan fasilitas kesehatan.

Baca juga:Jangan Sampai Lupa! Inilah Makna Dua Kalimat Syahadat

"Saham-saham farmasi mengalami kenaikan seiring persepsi pelaku pasar akan kembali meningkatnya kebutuhan akan fasilitas kesehatan mengingat kembali maraknya penyebaran covid," ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (22/6/2021).

Mengenai prospek jangka panjang saham-saham di sektor tersebut, Reza menyebut hal tersebut tidak bisa diketahui dari sekarang, karena harus melihat sentimen yang ada ke depannya.

"Kemarin-kemarin saja kan terlihat begitu sudah ada vaksin, angka Covid turun, saham saham farmasi ikut turun juga meski secara riil kebutuhan fasilitas kesehatan masih diperlukan," ucapnya.



Baca juga:JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Mafia Tanah di Pinang Tangerang

Adapun beberapa saham sektor kesehatan dan farmasi yang mengalami peningkatan pada penutupan perdagangan hari ini, mulai dari Indofarma (INAF), Kimia Farma (KAEF), Itama Ranoraya (IRRA), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), Medikaloka Hermina (HEAL), Prodia Widyahusada (PRDA), dan Sarana Meditama Metropolitan (SAME).

Saham PT Indofarma Tbk (INAF) misalnya, pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp190 atau 7,36% ke Rp2.770 per lembar saham. Kemudian, saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp130 atau 4,47% persen ke Rp3.040 per lembar saham.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top