Dukung PLTSa Surakarta, PLN Bayar Listrik dari Sampah Rp1.800/kWh
Selasa, 22 Juni 2021 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Pembangkit dengan kapasitas 5.000 kilowatt (kW) ini ditargetkan rampung pada 2022. Per Mei 2021, proses konstruksi PLTSa Surakarta sudah mencapai 34,8%.
Pembangunan PLTSa ini juga mendapat dukungan penuh dari Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. Pada saat kunjungannya Februari lalu, Gibran mengatakan beroperasinya pembangkit ini akan menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Solo.
"Saya kira progress-nya sudah cukup baik sampai nanti targetnya selesai tahun 2022. Ini kan permasalahan dari dulu. Insya Allah kalau PLTSa ini sudah running ya permasalahan (sampah) ini segera terselesaikan," kata dia.
Surakarta merupakan salah satu dari 12 kota yang ditunjuk melalui Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
PLTSa Surakarta memanfaatkan komposisi sampah yang terakumulasi dari TPA Putri Cempo dengan total kebutuhan sampah sekitar 276 ton per hari. Dengan menggunakan incinerator, energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah tersebut untuk menggerakkan generator yang kemudian menghasilkan listrik.
Pembangunan PLTSa ini juga mendapat dukungan penuh dari Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. Pada saat kunjungannya Februari lalu, Gibran mengatakan beroperasinya pembangkit ini akan menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Solo.
"Saya kira progress-nya sudah cukup baik sampai nanti targetnya selesai tahun 2022. Ini kan permasalahan dari dulu. Insya Allah kalau PLTSa ini sudah running ya permasalahan (sampah) ini segera terselesaikan," kata dia.
Surakarta merupakan salah satu dari 12 kota yang ditunjuk melalui Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
PLTSa Surakarta memanfaatkan komposisi sampah yang terakumulasi dari TPA Putri Cempo dengan total kebutuhan sampah sekitar 276 ton per hari. Dengan menggunakan incinerator, energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah tersebut untuk menggerakkan generator yang kemudian menghasilkan listrik.
Lihat Juga :