Berhitung Beli Rumah Agar Cepat Lunas, Ini Tips dari Prita Ghozie

Rabu, 23 Juni 2021 - 14:36 WIB
loading...
Berhitung Beli Rumah...
Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Memiliki rumah pribadi adalah impian setiap orang, terutama bagi yang telah berkeluarga. Sayangnya, banyak yang tidak dapat mewujudkan impiannya seiring harga rumah yang terus merangkak naik.

Kendati demikian, dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, keinginan memiliki rumah akan bisa terwujud. Seperti pengalaman perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie.

Baginya, memiliki rumah sebagai tempat tinggal memang menjadi prioritas utama. “Untukku memiliki rumah tinggal memang menjadi prioritas utama. Memang kami beruntung bisa mewujudkan impian itu sebelum usia 30 tahun dan melunasinya sebelum usia 40 tahun,” tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Gajah Tembus Rumah untuk Cari Makanan di Dapur, Habitat Asli Menyusut

Prita mengatakan, impian tersebut tentunya tercapai dengan melalui perjuangan dan dia percaya bahwa setiap orang akan punya financial journey masing-masing.

“Namun, aku percaya setiap orang akan punya financial journey nya masing-masing. Apa pun jalan yang kalian pilih, please usahakan untuk memiliki hunian yang lunas saat masuk usia pensiun ya,” saran dia.

Prita juga membagikan tips berhitung beli rumah versi dia. Hitungan pertama, selalu dimulai dengan menentukan berapa harga rumah yang mampu dibeli. Misalnya, untuk yang berpenghasilan sekitar Rp325juta per tahun, harga rumah yang ingin dibeli 5X dari jumlah penghasilan per tahun, yakni dengan total Rp1,625 miliar.

“Artinya, kisaran harga rumah yang dicari antara Rp1 miliar-Rp1,5 miliar. Dengan rincian harga beli rumah Rp1,35 miliar, biaya-biaya sebesar 10% Rp135 juta, sehingga total harga rumah senilai Rp1,485 miliar,” urai Prita.

Biaya beli rumah 10% dengan rincian biaya cek sertifikat, biaya akta jual-beli, biaya balik nama, biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), Biaya BPHTB, jasa notaris, dan biaya KPR: provinsi dan asuransi kredit.

Baca juga: Cuitan Ligwina Hananto Bikin Geger Jagat Twitter, Safir Senduk pun 'Turun Tangan'

Lalu, hitungan kedua adalah dana untuk membelinya. Untuk yang sudah mempunyai dana cash untuk membayar lunas rumah, tentu saja dipersilakan. Akan tetapi, Prita menjelaskan, pertama, usahakan sudah ada dana darurat yang ideal di rekening tabungan terpisah.

Kedua, ada dana tambahan untuk mengisi rumah tinggal. Ketiga, ada alokasi dana untuk membeli polis asuransi kerugian untuk properti. “Untuk yang perlu dibantu pinjaman, maka pastikan kita sudah mempersiapkan Down Payment yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, kata Prita, membeli rumah idealnya memang dilakukan saat masa produktif. Namun, tidak masalah misalkan belum bisa membeli rumah di usia 30-an.

“Misalkan belum bisa membeli di usia 30an sebenarnya tidak masalah, asalkan rumah tinggal bisa berstatus lunas sebelum memasuki usia pensiun. Memiliki biaya pemeliharaan yang cocok dengan kemampuan finansial, dan bisa mencukupi kebutuhan hunian bagi kita sebagai pemiliknya. So, no more insecurities lagi ya #temanPrita,” bebernya.

Baca juga: Curhat Eks Pilot Merpati: 35 Tahun Pertaruhkan Nyawa, Begitu Pensiun Pesangon Melayang

Lanjutnya, hitungan terakhir, jika berkeinginan mencapai financial independence sebelum usia 60, maka punya rumah yang sudah lunas di masa itu memang salah satu checklist yang perlu dipenuhi.

Prita menambahkan, bagi dirinya pribadi membeli rumah tinggal memang menjadi tujuan keuangan prioritas saat berani memutuskan menikah dan bahkan memiliki anak.

“Tetapi, kita juga saling paham bahwa keputusan setiap orang untuk mau beli rumah sekarang vs tunda nanti dan beli sekarang nyicil vs beli nanti cash adalah hak kalian, karena your life is your responsibility,” tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Langkah Cerdas Memudahkan...
3 Langkah Cerdas Memudahkan Parents Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak
Begini Perbedaan JHT...
Begini Perbedaan JHT dan JP, Dua Program Jamsostek yang Saling Melengkapi
Skema RTO Bisa Jadi...
Skema RTO Bisa Jadi Solusi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Layak Huni
Semangat Sambut Pensiun,...
Semangat Sambut Pensiun, Pinjaman Khusus ASN dari MNC Bank Siap Bantu Anda
ASABRI Bayarkan Lebih...
ASABRI Bayarkan Lebih dari Rp19 Triliun Manfaat Pensiun kepada Hampir 500.000 Peserta
ASABRI Perkuat Layanan...
ASABRI Perkuat Layanan Holistik Tingkatkan Kesejahteraan Peserta Pensiun
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Rekomendasi
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Nomor 1 dari Indonesia,...
Nomor 1 dari Indonesia, Ini 10 Dumpling Terenak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved