IHSG Diprediksi Masih Melemah, Cermati Saham-saham Ini
Kamis, 24 Juni 2021 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Angka kasus covid-19 yang melebar menjadi fokus investor di saat aksi jual investor asing yang masih terlihat dimana investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp435,77 miliar dengan saham BBRI, BMRI dan BBCA yang menjadi top net sell value.
Sementara itu, mayoritas indeks saham di Asia ditutup dengan bervariasi. Indeks Nikkei (-0,03%) dan TOPIX (-0,53%) di Jepang turun sedangkan Indeks HangSeng (+1,79%) dan CSI300 (+0,49%) naik. Investor menilai prospek pemulihan ekonomi sementara kekhawatiran mereda bahwa inflasi yang lebih cepat akan memacu pengetatan kebijakan.
Baca juga: Khawatir Kasus Covid-19 Makin Merajalela, IHSG Diramal Sulit Bangkit
Bursa Eropa membuka perdagangan dengan melemah. Indeks FTSE (-0,08%), DAX (-0,64%) dan CAC40 (-0,60%) turun lebih dari setengah persen. Pelemahan pada saham-saham ritel dan konsumsi lebih dalam dari penguatan saham-saham disektor komoditas.
Minyak mentah Brent berbalik naik 1% menjadi USD75,57 dolar per barel dan WTI naik 0,88% ke level USD73,49 per barel. Selanjutnya investor akan mengambil momentum dari pergerakan harga komoditas dan merespon spekulasi rencana pengurangan pembelian aset dari the Fed.
Sementara itu, mayoritas indeks saham di Asia ditutup dengan bervariasi. Indeks Nikkei (-0,03%) dan TOPIX (-0,53%) di Jepang turun sedangkan Indeks HangSeng (+1,79%) dan CSI300 (+0,49%) naik. Investor menilai prospek pemulihan ekonomi sementara kekhawatiran mereda bahwa inflasi yang lebih cepat akan memacu pengetatan kebijakan.
Baca juga: Khawatir Kasus Covid-19 Makin Merajalela, IHSG Diramal Sulit Bangkit
Bursa Eropa membuka perdagangan dengan melemah. Indeks FTSE (-0,08%), DAX (-0,64%) dan CAC40 (-0,60%) turun lebih dari setengah persen. Pelemahan pada saham-saham ritel dan konsumsi lebih dalam dari penguatan saham-saham disektor komoditas.
Minyak mentah Brent berbalik naik 1% menjadi USD75,57 dolar per barel dan WTI naik 0,88% ke level USD73,49 per barel. Selanjutnya investor akan mengambil momentum dari pergerakan harga komoditas dan merespon spekulasi rencana pengurangan pembelian aset dari the Fed.
(ind)
Lihat Juga :