Pelindo I Catat Kenaikan Petikemas Capai 582.199 TEUs
Sabtu, 26 Juni 2021 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Bongkar muat di terminal internasional TPK Belawan sampai dengan Mei 2021 adalah sebanyak 3.135.274 ton, dengan komoditas dominan untuk ekspornya, yaitu chemical, palm oil, dan minyak serta komoditas impornya adalah pupuk.
Terminal domestik TPK Belawan melayani bongkar muat sampai dengan Mei 2021 adalah sebesar 2.919.858 ton dengan komoditas dominan yang dimuat adalah barang pecah belah dan alat tulis kantor serta komoditas dominan yang dibongkar adalah alat tulis kantor dan semen.
Baca juga:PM Inggris Secara Pribadi Perintahkan Kapal Perang ke Krimea, Abaikan Menlu
“Arus peti kemas di TPK Belawan terus menunjukkan tren yang positif, yang artinya terjadi peningkatan, baik itu di terminal domestik maupun internasional. Tentunya kami terus berupaya untuk menghadirkan layanan yang terbaik untuk seluruh pengguna jasa," katanya.
Selain itu, untuk menjaga operasional pelabuhan, pihaknya tetap menjunjung tinggi penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Manajemen melakukan pengawasan ketat dalam setiap kegiatan operasional kepelabuhanan, menerapkan digitalisasi layanan dan sistem informasi kepelabuhanan terpadu, serta melakukan pengamanan area pelabuhan yang mengacu pada standar The International Ship and Port Facility Security Code (ISPS).
Terminal domestik TPK Belawan melayani bongkar muat sampai dengan Mei 2021 adalah sebesar 2.919.858 ton dengan komoditas dominan yang dimuat adalah barang pecah belah dan alat tulis kantor serta komoditas dominan yang dibongkar adalah alat tulis kantor dan semen.
Baca juga:PM Inggris Secara Pribadi Perintahkan Kapal Perang ke Krimea, Abaikan Menlu
“Arus peti kemas di TPK Belawan terus menunjukkan tren yang positif, yang artinya terjadi peningkatan, baik itu di terminal domestik maupun internasional. Tentunya kami terus berupaya untuk menghadirkan layanan yang terbaik untuk seluruh pengguna jasa," katanya.
Selain itu, untuk menjaga operasional pelabuhan, pihaknya tetap menjunjung tinggi penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Manajemen melakukan pengawasan ketat dalam setiap kegiatan operasional kepelabuhanan, menerapkan digitalisasi layanan dan sistem informasi kepelabuhanan terpadu, serta melakukan pengamanan area pelabuhan yang mengacu pada standar The International Ship and Port Facility Security Code (ISPS).
(uka)
Lihat Juga :