Laba Jasa Marga Anjlok 72% Jadi Rp162 Miliar di Kuartal I/2021
Senin, 28 Juni 2021 - 12:54 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp161,83 miliar atau turun 72,47 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp587,92 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,49 triliun atau turun 16,40 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,17 triliun dengan laba per saham dasar Rp22,30. Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan tol, pendapatan usaha lainnya (jasa pengoperasian jalan tol, pemeliharaan jalan tol, penjualan BBM SPBU, sewa lahan, sewa properti, penjualan properti, iklan, lainnya), dan pendapatan konstruksi.
Baca Juga: Bisnis Starbucks Pulih di Wilayah Vaksinasi
Pendapatan tol menjadi penyumbang terbesar penjualan sebesar Rp2,54 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp2,53 triliun. Kemudian, pendapatan usaha lainnya tercatat Rp215,59 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp202,95 miliar, dan pendapatan konstruksi tercatat Rp736,73 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,44 triliun.
Jakarta-Cikampek mencatatkan pendapatan tertinggi di segmen tol perusahaan sebesar Rp333,21 miliar, disusul Cikampek-Padalarang sebesar Rp240,92 miliar, lalu JORR Seksi non S sebesar Rp221,13 miliar. Untuk segmen tol anak usaha, Jalan Layang Cikampek (JJC) mencatatkan pendapatan tertinggi sebesar Rp139,41 miliar, disusul Surabaya-Mojokerto (JSM) sebesar Rp102,08 miliar, lalu Medan-Kualanamu (JMKT) sebesar Rp96,46 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,49 triliun atau turun 16,40 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,17 triliun dengan laba per saham dasar Rp22,30. Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan tol, pendapatan usaha lainnya (jasa pengoperasian jalan tol, pemeliharaan jalan tol, penjualan BBM SPBU, sewa lahan, sewa properti, penjualan properti, iklan, lainnya), dan pendapatan konstruksi.
Baca Juga: Bisnis Starbucks Pulih di Wilayah Vaksinasi
Pendapatan tol menjadi penyumbang terbesar penjualan sebesar Rp2,54 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp2,53 triliun. Kemudian, pendapatan usaha lainnya tercatat Rp215,59 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp202,95 miliar, dan pendapatan konstruksi tercatat Rp736,73 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,44 triliun.
Jakarta-Cikampek mencatatkan pendapatan tertinggi di segmen tol perusahaan sebesar Rp333,21 miliar, disusul Cikampek-Padalarang sebesar Rp240,92 miliar, lalu JORR Seksi non S sebesar Rp221,13 miliar. Untuk segmen tol anak usaha, Jalan Layang Cikampek (JJC) mencatatkan pendapatan tertinggi sebesar Rp139,41 miliar, disusul Surabaya-Mojokerto (JSM) sebesar Rp102,08 miliar, lalu Medan-Kualanamu (JMKT) sebesar Rp96,46 miliar.
Lihat Juga :