Rupiah Letoi Gara-Gara BPK Khawatir atas Utang Pemerintah
Senin, 28 Juni 2021 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
BPK juga memberikan catatan terhadap indikator kesinambungan fiskal 2020 sebesar 4,27% yang telah melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) 5441- debt indicator, yakni di bawah 0%.
Baca juga:Rektor Panggil BEM UI karena Sindir Jokowi, Ulil: Baru 2 Periode, Apalagi 3?
Selain itu, hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) 2020 menunjukkan rasio debt service terhadap penerimaan telah mencapai 46,77%.
“Ini melampaui rekomendasi IMF sebesar 25-35% dan rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan telah mencapai 19,06%, melampaui rekomendasi IDR sebesar 7-10%,”katanya.
Sementara itu, untuk perdagangan besok mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.435-Rp14.470.
Baca juga:Rektor Panggil BEM UI karena Sindir Jokowi, Ulil: Baru 2 Periode, Apalagi 3?
Selain itu, hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) 2020 menunjukkan rasio debt service terhadap penerimaan telah mencapai 46,77%.
“Ini melampaui rekomendasi IMF sebesar 25-35% dan rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan telah mencapai 19,06%, melampaui rekomendasi IDR sebesar 7-10%,”katanya.
Sementara itu, untuk perdagangan besok mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.435-Rp14.470.
(uka)
Lihat Juga :