Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China Jadi 8,5%
Rabu, 30 Juni 2021 - 11:31 WIB
loading...
Ekonomi China diproyeksikan tumbuh hingga 8,5% di tahun ini berkat aktivitas ekonomi yang terus normal di negara itu. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Laporan yang diterbitkan oleh Bank Dunia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi China tahun ini diproyeksikan mencapai 8,5% berkat aktivitas ekonomi yang terus normal di negara tersebut. Perkiraan tersebut meningkat dari proyeksi sebelumnya pada bulan Maret sebesar 8,1%.
Baca Juga: Sri Mulyani Waswas dengan Pemulihan Ekonomi China
Laporan itu menyebutkan, peningkatan kepercayaan konsumen dan bisnis dan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat akan mendukung pergeseran ke arah permintaan domestik swasta dari investasi publik dan ekspor. Laporan itu juga menambahkan, pendorong pertumbuhan ekonomi China akan secara bertahap dialihkan dari produksi industri ke jasa.
Risiko terhadap prospek ekonomi China termasuk wabah Covid-19 yang berulang, ketegangan bilateral dengan mitra dagang utama, dan risiko stabilitas keuangan yang terkait dengan leverage perusahaan yang tinggi dan pasar properti yang meningkat secara luas seimbang dengan pemulihan konsumsi dan investasi swasta yang kuat. Penguatan dan peningkatan global yang lebih luas, diyakini dapat mendukung pertumbuhan yang lebih kuat.
"Namun, China masih menghadapi banyak tantangan jangka menengah, antara lain hambatan demografis, pertumbuhan produktivitas yang melambat, tingkat ketidaksetaraan yang tinggi dan kerentanan sosial yang tersisa," ungkap laporan tersebut seperti dikutip dari Global Times, Rabu (30/6/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Waswas dengan Pemulihan Ekonomi China
Laporan itu menyebutkan, peningkatan kepercayaan konsumen dan bisnis dan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat akan mendukung pergeseran ke arah permintaan domestik swasta dari investasi publik dan ekspor. Laporan itu juga menambahkan, pendorong pertumbuhan ekonomi China akan secara bertahap dialihkan dari produksi industri ke jasa.
Risiko terhadap prospek ekonomi China termasuk wabah Covid-19 yang berulang, ketegangan bilateral dengan mitra dagang utama, dan risiko stabilitas keuangan yang terkait dengan leverage perusahaan yang tinggi dan pasar properti yang meningkat secara luas seimbang dengan pemulihan konsumsi dan investasi swasta yang kuat. Penguatan dan peningkatan global yang lebih luas, diyakini dapat mendukung pertumbuhan yang lebih kuat.
"Namun, China masih menghadapi banyak tantangan jangka menengah, antara lain hambatan demografis, pertumbuhan produktivitas yang melambat, tingkat ketidaksetaraan yang tinggi dan kerentanan sosial yang tersisa," ungkap laporan tersebut seperti dikutip dari Global Times, Rabu (30/6/2021).
Lihat Juga :