Sri Mulyani Waswas dengan Pemulihan Ekonomi China
Senin, 31 Mei 2021 - 12:39 WIB
loading...
foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia perlu mengantisipasi keberlanjutan dari proses rebalancing (keseimbang kembali) ekonomi Tiongkok yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia. Rebalancing ekonomi Tiongkok akan memengaruhi harga komoditas dan memberikan dampak negatif pada seluruh perekonomian dunia.
Baca juga:Bicara Soal Ancaman TKA China, Said Iqbal: Masa Orang Indonesia Tak Bisa Jadi Supir Forklift
Selain itu, ada juga permasalahan global lain yang perlu diwaspadai. Di antaranya, kecenderungan geopolitik yang kemudian mengadopsi proteksionisme, tensi geopolitik dalam perdagangan global, isu perubahan iklim.
"Pemerintah sependapat bahwa risiko-risiko ini harus bisa dimitigasi dengan berbagai langkah kebijakan yang sifatnya antisipatif," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (31/5/2021).
Mantan petinggi Bank Dunia ini memiliki rencana jangka pendek. Langkah utama untuk mengantisipasi risiko global itu memastikan penanganan pandemi dan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan efektif serta memulihkan ekonomi agar berjalan relatif cepat.
Baca juga:Bicara Soal Ancaman TKA China, Said Iqbal: Masa Orang Indonesia Tak Bisa Jadi Supir Forklift
Selain itu, ada juga permasalahan global lain yang perlu diwaspadai. Di antaranya, kecenderungan geopolitik yang kemudian mengadopsi proteksionisme, tensi geopolitik dalam perdagangan global, isu perubahan iklim.
"Pemerintah sependapat bahwa risiko-risiko ini harus bisa dimitigasi dengan berbagai langkah kebijakan yang sifatnya antisipatif," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (31/5/2021).
Mantan petinggi Bank Dunia ini memiliki rencana jangka pendek. Langkah utama untuk mengantisipasi risiko global itu memastikan penanganan pandemi dan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan efektif serta memulihkan ekonomi agar berjalan relatif cepat.
Lihat Juga :