Kenaikan Utang Pemerintah jadi Sorotan, RI Mampu Bayar Nggak?
Kamis, 01 Juli 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
“Sekarang yang harus kita lihat adalah kemampuan kita dan juga pilihan-pilihan lain di dalam melakukan countercyclical ini untuk tidak melakukan pembiayaan atau belanja besar-besaran. Karena memang dalam kondisi seperti saat ini belanja pemerintah menjadi kunci,” tuturnya.
Lanjut Hendri, selain konsumsi rumah tangga, Indonesia harus melihat apakah mempunyai kemampuan untuk membayar atau tidak. Dia mengatakan, jangan membandingkan dengan negara-negara lain yang memang mempunyai kemampuan untuk membayar utangnya.
Baca juga: Utang Pemerintah Bengkak, Paling Boros Buat Gaji PNS
“Misalnya banyak negara porsi utangnya di atas 100% dari PDB-nya, sementara di Indonesia baru sekitar 40%, masih dimungkinkan sampai 60%. Iya tidak masalah, asal kita memang punya kemampuan untuk menyiapkan pembayaran utang tadi. Nah, tapi masalahnya kita tidak mempunyai kemewahan itu,” katanya.
Sementara itu, dia menuturkan, melihat kondisi Indonesia saat ini, maka ada berbagai macam indikator yang harus dipertimbangkan. “Dengan adanya pandemi ini, kita melihat tax ratio turun jatuh ke angka 8 persenan. Kemudian, ekspor kita meskipun membaik ini juga tidak ada peningkatan yang signifikan untuk bisa meng-cover pembayaran utang ini. Jadi, memang ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan,” bebernya.
Lanjut Hendri, selain konsumsi rumah tangga, Indonesia harus melihat apakah mempunyai kemampuan untuk membayar atau tidak. Dia mengatakan, jangan membandingkan dengan negara-negara lain yang memang mempunyai kemampuan untuk membayar utangnya.
Baca juga: Utang Pemerintah Bengkak, Paling Boros Buat Gaji PNS
“Misalnya banyak negara porsi utangnya di atas 100% dari PDB-nya, sementara di Indonesia baru sekitar 40%, masih dimungkinkan sampai 60%. Iya tidak masalah, asal kita memang punya kemampuan untuk menyiapkan pembayaran utang tadi. Nah, tapi masalahnya kita tidak mempunyai kemewahan itu,” katanya.
Sementara itu, dia menuturkan, melihat kondisi Indonesia saat ini, maka ada berbagai macam indikator yang harus dipertimbangkan. “Dengan adanya pandemi ini, kita melihat tax ratio turun jatuh ke angka 8 persenan. Kemudian, ekspor kita meskipun membaik ini juga tidak ada peningkatan yang signifikan untuk bisa meng-cover pembayaran utang ini. Jadi, memang ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan,” bebernya.
(ind)
Lihat Juga :