Kenaikan Utang Pemerintah jadi Sorotan, RI Mampu Bayar Nggak?

Kamis, 01 Juli 2021 - 23:01 WIB
loading...
Kenaikan Utang Pemerintah...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti tren kenaikan utang Indonesia dan ketidakmampuan pemerintah untuk membayarnya. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, utang pemerintah tercatat mencapai Rp6.074,56 triliun meningkat dari Rp4.778 triliun pada tahun 2019.

Pendiri dan Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini menilai, jika mengacu pada Undang-Undang, langkah pemerintah untuk memperlebar defisit di 6,09% dari APBN tahun 2020 adalah langkah yang benar.

“Jadi kalau kita mengacu kepada aturan perundangan No 2 Tahun 2020, apakah ini benar? Ya benar, karena memang dimungkinkan sampai 2023 desifit itu sampai di atas 3%. Maka, direncanakan oleh pemerintah di APBN 2020 itu 6,34%, kemudian juga di 2021 juga sudah mendekati 6%. Jadi, kalau secara aturan perundangan dibolehkan sampai dengan 2022 dan nanti 2023 harus kembali lagi kepada 3%,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Duh, Beban Utang Pemerintah Sudah Sangat Mengkhawatirkan!

Akan tetapi, menurutnya, yang harus dilihat saat ini adalah kemampuan Indonesia dan juga berbagai pilihan di dalam melakukan kebijakan countercyclical (menjaga kestabilan ekonomi) ini untuk tidak melakukan pembiayaan atau belanja secara besar-besaran.

“Sekarang yang harus kita lihat adalah kemampuan kita dan juga pilihan-pilihan lain di dalam melakukan countercyclical ini untuk tidak melakukan pembiayaan atau belanja besar-besaran. Karena memang dalam kondisi seperti saat ini belanja pemerintah menjadi kunci,” tuturnya.

Lanjut Hendri, selain konsumsi rumah tangga, Indonesia harus melihat apakah mempunyai kemampuan untuk membayar atau tidak. Dia mengatakan, jangan membandingkan dengan negara-negara lain yang memang mempunyai kemampuan untuk membayar utangnya.

Baca juga: Utang Pemerintah Bengkak, Paling Boros Buat Gaji PNS

“Misalnya banyak negara porsi utangnya di atas 100% dari PDB-nya, sementara di Indonesia baru sekitar 40%, masih dimungkinkan sampai 60%. Iya tidak masalah, asal kita memang punya kemampuan untuk menyiapkan pembayaran utang tadi. Nah, tapi masalahnya kita tidak mempunyai kemewahan itu,” katanya.

Sementara itu, dia menuturkan, melihat kondisi Indonesia saat ini, maka ada berbagai macam indikator yang harus dipertimbangkan. “Dengan adanya pandemi ini, kita melihat tax ratio turun jatuh ke angka 8 persenan. Kemudian, ekspor kita meskipun membaik ini juga tidak ada peningkatan yang signifikan untuk bisa meng-cover pembayaran utang ini. Jadi, memang ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan,” bebernya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Tak Tepat Kaitkan Utang...
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
Utang Pemerintah Tembus...
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Kita Paling Hati-hati di Dunia
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Terus, per Februari 2026 Sentuh Rp7.481 Triliun
Serukan Efisiensi APBN,...
Serukan Efisiensi APBN, Pemerintah Tak Utak-Atik Anggaran MBG
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Rekomendasi
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Infografis
79% Netizen Anggap Kenaikan...
79% Netizen Anggap Kenaikan Utang Negara sebagai Beban
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved