IHSG Diprediksi Masih Nanjak, Cermati Saham-Saham Ini
Jum'at, 02 Juli 2021 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan angka kasus covid-19 juga masih akan menjadi awal hitam investor sehingga saham-saham di sektor kesehatan menguat (+1,92%) juga sektor konsumer primer (+1,87%) menjadi pendorong pada perdagangan kemarin. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp171,53 miliar.
Baca Juga: Rilis Animasi Hancurkan Kapal Rusia, Perusahaan Israel Perkenalkan Rudal Jelajah Baru
Lebih lanjut Lanjar mengatakan, bursa Asia bersiap untuk pergerakan yang lebih stabil setelah data ekonomi yang kuat di AS mampu mendorong mayoritas indeks saham di Wallstreet ke rekor tertinggi baru. Data menunjukkan ekspansi manufaktur AS yang solid dan penurunan klaim pengangguran yang lebih besar dari perkiraan, menutupi kekhawatiran tentang penyebaran jenis Covid-19 yang lebih menular.
"Futures naik tipis di Jepang dan Australia dan sedikit berubah di Hong Kong. S&P 500 naik hari keenam - kenaikan beruntun terpanjang sejak Februari - dibantu oleh saham energi, sementara perusahaan teknologi melambat," paparnya.
Harga batubara naik signifikan (+2,26%) mengiringi pemulihan aktivitas industri dunia. Komoditas logam turun seperti nikel (-0,64%) dan zinc (-1,37%) sedangkan timah mengalami penguatan (+0,45%). "Secara sentimen, IHSG berpotensi menguat," tutupnya.
Baca Juga: Rilis Animasi Hancurkan Kapal Rusia, Perusahaan Israel Perkenalkan Rudal Jelajah Baru
Lebih lanjut Lanjar mengatakan, bursa Asia bersiap untuk pergerakan yang lebih stabil setelah data ekonomi yang kuat di AS mampu mendorong mayoritas indeks saham di Wallstreet ke rekor tertinggi baru. Data menunjukkan ekspansi manufaktur AS yang solid dan penurunan klaim pengangguran yang lebih besar dari perkiraan, menutupi kekhawatiran tentang penyebaran jenis Covid-19 yang lebih menular.
"Futures naik tipis di Jepang dan Australia dan sedikit berubah di Hong Kong. S&P 500 naik hari keenam - kenaikan beruntun terpanjang sejak Februari - dibantu oleh saham energi, sementara perusahaan teknologi melambat," paparnya.
Harga batubara naik signifikan (+2,26%) mengiringi pemulihan aktivitas industri dunia. Komoditas logam turun seperti nikel (-0,64%) dan zinc (-1,37%) sedangkan timah mengalami penguatan (+0,45%). "Secara sentimen, IHSG berpotensi menguat," tutupnya.
(fai)
Lihat Juga :