Sri Mulyani Sayangkan Lonjakan Kasus Covid di Saat Ekonomi Mulai Pulih
Jum'at, 02 Juli 2021 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
"Keseluruhan itu menunjukkan adanya gambaran positif, bahkan pertumbuhan yang terjadi ada yang sampai double digit," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan bahwa semua indikasi pemulihan ekonomi nasional itu terjadi pada saat kasus Covid-19 bergerak melandai di sekitar bulan April hingga Mei 2021 lalu. Hingga kemudian, merebaknya kasus penularan akibat varian Delta sehingga membuat pemulihan ekonomi mulai termoderasi di bulan Juni. Varian Dela memunculkan kekhawatiran lantaran penularannya sangat cepat dan masif.
Baca juga:Turki: Belum Ada Keputusan dalam Pembahasan Bandara Kabul
Karenanya, lanjut Sri Mulyani, konsumsi masyarakat bisa dipastikan juga akan mulai terkoreksi, akibat pembatasan mobilitas di masa PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 mendatang. Dia menambahkan, dampak secara ekonomi dari adanya dinamika tersebut, setidaknya akan bisa terlihat pada data realisasi PDB di kuartal III-2021.
"Meskipun investasi diharapkan masih akan terjaga karena PPKM darurat masih mengizinkan operasional sektor konstruksi dengan penerapan prokes yang ketat. Jadi komponen bangunan 70% masih terjaga momentumnya. Kami berharap laju investasi terjaga, tapi Juni ini harus dimonitor," tandasnya.
Sri Mulyani mengatakan bahwa semua indikasi pemulihan ekonomi nasional itu terjadi pada saat kasus Covid-19 bergerak melandai di sekitar bulan April hingga Mei 2021 lalu. Hingga kemudian, merebaknya kasus penularan akibat varian Delta sehingga membuat pemulihan ekonomi mulai termoderasi di bulan Juni. Varian Dela memunculkan kekhawatiran lantaran penularannya sangat cepat dan masif.
Baca juga:Turki: Belum Ada Keputusan dalam Pembahasan Bandara Kabul
Karenanya, lanjut Sri Mulyani, konsumsi masyarakat bisa dipastikan juga akan mulai terkoreksi, akibat pembatasan mobilitas di masa PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 mendatang. Dia menambahkan, dampak secara ekonomi dari adanya dinamika tersebut, setidaknya akan bisa terlihat pada data realisasi PDB di kuartal III-2021.
"Meskipun investasi diharapkan masih akan terjaga karena PPKM darurat masih mengizinkan operasional sektor konstruksi dengan penerapan prokes yang ketat. Jadi komponen bangunan 70% masih terjaga momentumnya. Kami berharap laju investasi terjaga, tapi Juni ini harus dimonitor," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :