Pasokan Oksigen Menipis, Pemerintah Bentuk Satgas Oksigen
Minggu, 04 Juli 2021 - 20:41 WIB
loading...
Suasana antrean isi ulang oksigen medis di salah satu depot pengisian oksigen di kawasan Manggarai, Jakarta. Foto/MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan pasokan oksigen terus menipis. Pemerintah pun berupaya mengamankan pasokan oksigen untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, mulai menggenjot produksi oleh industri dalam negeri, membentuk satgas oksigen, hingga membuka opsi impor.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan bahwa terjadi kenaikan permintaan oksigen menjadi lima kali lipat.
Untuk itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam rapat koordinasi dengan kementerian terkait pada hari ini. Salah satu yang dibahas adalah terkait upaya mengamankan ketersediaan pasokan oksigen. Satgas Oksigen dan Mitigasi pun segera dibentuk hari ini oleh Kemenkes untuk setiap daerah di Indonesia.
Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Oksigen untuk Kebutuhan Pasien Covid-19
Menko Luhut juga berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar pencatatan kebutuhan oksigen dirapikan di setiap kota. “Sekarang kita butuh data yang detail. Kita bikin konversi oksigen industri semua full ke oksigen farmasi. Kekurangan kita ini bisa nanti terpenuhi, jika oksigen industri itu semua kita fokus ke oksigen farmasi,” ujar Luhut, Minggu (4/7/2021).
Menanggapi hal tersebut Kemenperin menyatakan bahwa para produsen gas oksigen sudah 100% diwajibkan untuk menggeser produksi oksigennya ke oksigen medis. Sehingga bisa didapat 1.700 ton per hari nasional, di mana 1.400 ton per hari dari nasional digunakan untuk Pulau Jawa. Industri oksigen kecil juga sudah mulai dikerahkan juga untuk mengkonversi produksi gas oksigennya ke oksigen farmasi.
Selain itu beberapa perusahaan juga ikut mengirimkan Iso Tank untuk penanganan pasokan oksigen. Terdapat 21 unit kapasitas 20 ton Isotank dari IMIP Morowali akan tiba di Tanjung Priok pada 06 Juli 2021.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan bahwa terjadi kenaikan permintaan oksigen menjadi lima kali lipat.
Untuk itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam rapat koordinasi dengan kementerian terkait pada hari ini. Salah satu yang dibahas adalah terkait upaya mengamankan ketersediaan pasokan oksigen. Satgas Oksigen dan Mitigasi pun segera dibentuk hari ini oleh Kemenkes untuk setiap daerah di Indonesia.
Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Oksigen untuk Kebutuhan Pasien Covid-19
Menko Luhut juga berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar pencatatan kebutuhan oksigen dirapikan di setiap kota. “Sekarang kita butuh data yang detail. Kita bikin konversi oksigen industri semua full ke oksigen farmasi. Kekurangan kita ini bisa nanti terpenuhi, jika oksigen industri itu semua kita fokus ke oksigen farmasi,” ujar Luhut, Minggu (4/7/2021).
Menanggapi hal tersebut Kemenperin menyatakan bahwa para produsen gas oksigen sudah 100% diwajibkan untuk menggeser produksi oksigennya ke oksigen medis. Sehingga bisa didapat 1.700 ton per hari nasional, di mana 1.400 ton per hari dari nasional digunakan untuk Pulau Jawa. Industri oksigen kecil juga sudah mulai dikerahkan juga untuk mengkonversi produksi gas oksigennya ke oksigen farmasi.
Selain itu beberapa perusahaan juga ikut mengirimkan Iso Tank untuk penanganan pasokan oksigen. Terdapat 21 unit kapasitas 20 ton Isotank dari IMIP Morowali akan tiba di Tanjung Priok pada 06 Juli 2021.
Lihat Juga :