Rupiah Naik Tipis di Awal Sesi Saat Permintaan Mata Uang Safe Haven Meningkat

Rabu, 27 Mei 2020 - 10:27 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, Dolar AS berangsur lebih tinggi pada hari Rabu di tengah kekhawatiran tentang respon AS terhadap hukum keamanan China yang diusulkan untuk Hong Kong. Hal itu membuat permintaan terhadap mata uang Safe-Haven meningkat, salah satunya greenback.

Euro menjaga keuntungan terhadap dolar dan pound tetapi akan menghadapi tes berat ketika Komisi Eropa diperkirakan bakal melepaskan rincian dana penyelamatan keuangan untuk blok. Pasar keuangan telah terperangkap dalam tarik menarik antara perang dan optimisme serta pesimisme tentang pandangan global.

Beberapa investor bersiap dimulainya kembali aktivitas ekonomi setelah pandemi virus koroner melumpuhkan berbagai sektor. Tetapi kekhawatiran lain muncul saat ancaman sanksi AS terhadap China terkait UU keamanan di Hong Kong dapat dengan mudah memperburuk situasi.

Dolar naik hingga 1,2321 saat melawan pound pada perdagangan hari ini di Asia, menarik diri dari level terendah dalam dua minggu. Dolar diperdagangkan pada posisi 1,0983 terhadap Euro, atau masih di dekat level terendah satu pekan.

Dolar Australia turun 0,3% menjadi 0,6636, sementara dolar Selandia Baru jatuh 0,2% ke 0,6185 seiring kekhawatiran tentang ketegangan AS-China menekan permintaan untuk aset berisiko.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Saat Kecelakaan Maut...
Saat Kecelakaan Maut di Paris, Putri Diana Hamil 10 Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved