Ekspor Pertanian di Masa Pandemi Meningkat 16,9%
Rabu, 27 Mei 2020 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Ketut mengakui Indonesia masih mengimpor beberapa produk pertanian hortikultura, sayuran dan buah-buahan. Pada tahun 2019, impor produk hortikultura untuk kelompok sayuran terutama bawang putih yang mencapai USD547,01 juta, atau Rp7,75 Triliun, disusul kentang.
“Kebanyakan dalam bentuk kentang olahan sekitar USD124,89 juta atau setara Rp1,77 triliun dan bawang Bombay USD74,55 juta setara Rp 1,06 Triliun. Sementara impor untuk jenis sayuran bunga kol, brokoli dan kubis hanya USD7,84 juta (Rp 110,96 Milyar),” jelas Ketut.
Untuk produk buah-buahan, nilai impor selama 2019 menurut Ketut sebesar USD1,23 Milyar (Rp 17,38 Triliun). “Impor produk buah-buahan terbanyak adalah Anggur USD 385,16 juta, setara Rp 5,45 Triliun, disusul Apel sebesar USD 344,01 juta setara Rp 4,87 Triliun, Jeruk USD259,09 juta setara Rp 3,67 Triliun, dan Pir USD 236,35 juta atau setara Rp 3,35 Triliun,” ungkapnya.
Namun demikian Kementan yang dinahkodai oleh Mentan SYL, ke depan, menurutnya terus bekerja keras berupaya untuk meningkatkan ekspor produk pertanian.
“Ekspor akan terus ditingkatkan dan ada saat yang sama juga mengurangi impor melalui peningkatan produksi dalam negeri, agar melalui surplus perdagangan produk pertanian yang semakin meningkat diharapkan peran sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional semakin nyata,” pungkasnya.
“Kebanyakan dalam bentuk kentang olahan sekitar USD124,89 juta atau setara Rp1,77 triliun dan bawang Bombay USD74,55 juta setara Rp 1,06 Triliun. Sementara impor untuk jenis sayuran bunga kol, brokoli dan kubis hanya USD7,84 juta (Rp 110,96 Milyar),” jelas Ketut.
Untuk produk buah-buahan, nilai impor selama 2019 menurut Ketut sebesar USD1,23 Milyar (Rp 17,38 Triliun). “Impor produk buah-buahan terbanyak adalah Anggur USD 385,16 juta, setara Rp 5,45 Triliun, disusul Apel sebesar USD 344,01 juta setara Rp 4,87 Triliun, Jeruk USD259,09 juta setara Rp 3,67 Triliun, dan Pir USD 236,35 juta atau setara Rp 3,35 Triliun,” ungkapnya.
Namun demikian Kementan yang dinahkodai oleh Mentan SYL, ke depan, menurutnya terus bekerja keras berupaya untuk meningkatkan ekspor produk pertanian.
“Ekspor akan terus ditingkatkan dan ada saat yang sama juga mengurangi impor melalui peningkatan produksi dalam negeri, agar melalui surplus perdagangan produk pertanian yang semakin meningkat diharapkan peran sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional semakin nyata,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :