Selama PPKM Darurat Bisnis Ritel Pangan Tergerus hingga 60%

Minggu, 11 Juli 2021 - 18:30 WIB
loading...
Selama PPKM Darurat...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Untuk menekan laju penyebaran angka kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali. Kebijakan itu diberlakukan mulai 3-20 Juli 2021 mendatang.

Kebijakan itu tentu saja berdampak pada sejumlah sektor bisnis. Salah satunya bisnis ritel , baik non-pangan maupun pangan.

Baca juga:'Presiden Haiti Jovenel Moise Dibunuh oleh Agen Keamanannya Sendiri...'

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengatakan, diberlakukannya PPKM darurat membuat bisnis ritel pada bulan ini menurun drastis, terutama sektor pangan yang penurunannya hingga mencapai 60%.

"Terkait PPKM situasinya sangat menggerus sektor ritel karena adanya pembatasan mobilitas dan ini tentunya memengaruhi konsumen datang ke pusat perbelanjaan. Selain itu, konsumsi juga menurun dan terdampak signifikan," kata Roy saat dihubungi oleh MPI, Minggu (11/07/2021).

Dirinya mengatakan untuk bisnis ritel terbagi menjadi dua, yaitu sektor pangan dan non pangan. Untuk sektor pangan mencakup kebutuhan makanan dan minuman seperti yang ada supermarket dan gerai swalayan yang mencapai 50% hingga 60%.

Baca juga:Mirip Jas Hujan, Koleksi Jaket Terbaru Balenciaga Jadi Tertawaan Netizen Indonesia

"Tentu, itu juga yang datang membelinya terbatas, hanya kebutuhan pokok saja. Tidak ada kebutuhan lain yang dibeli, istilahnya impulsif buying mereka hanya datang untuk beli kebutuhan pangan pokok saja," paparnya.

Dirinya menjelaskan kebutuhan pokok yang dibeli mulai dari sembako, sayur-sayuran, daging,susu dan langsung membayar ke kasir. Kegiatan itu bisa disimpulkan bahwa pembelanjaan jauh lebih rendah dibanding masa sebelum PPKM.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Watsons Apotek Bintaro...
Watsons Apotek Bintaro Sektor 9 Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Health & Beauty Retail di Indonesia
Di Balik Booming Bisnis...
Di Balik Booming Bisnis F&B Indonesia, Ada Silent Killer Ekspansi
Rayakan 185 Tahun Bangun...
Rayakan 185 Tahun Bangun 17.000 Toko! Watsons Hadirkan Apresiasi dan Promo Spesial
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Makeover Massal, 7-Eleven...
Makeover Massal, 7-Eleven Resmi Tutup 600 Toko Tahun Ini
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Minimarket, Warung,...
Minimarket, Warung, dan Emosi yang Perlu Didisiplinkan
UBM Hadirkan Pakar Global...
UBM Hadirkan Pakar Global Bahas Bisnis Ritel Berkelanjutan
Jelang Lebaran, Operasi...
Jelang Lebaran, Operasi Pasar Bahan Pangan di Sumut Marak
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Berita Terkini
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved