Ikuti Jejak KAEF dan PRDA, Saham KLBF Menguat Gara-Gara Vaksin Covid-19
Senin, 12 Juli 2021 - 11:03 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Keterlibatan beberapa perusahaan dalam program vaksinasi dan atau pembuatan vaksin Covid-19 membuat saham-saham mereka mengalami kenaikan. Setelah saham Prodia (PRDA) menguat 90,22% dalam waktu seminggu, lalu saham Kimia Farma (KAEF) yang hari ini menguat 11,43%, kenaikan juga dialami PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Naiknya saham KLBF pada perdagangan hari ini, Senin (12/7/2021) diperkirakan karena sentimen telah disetujuinya uji klinik tahap 2b/3 vaksin Covid-19 GX-19N di Indonesia oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Uji vaksin itu sendiri rencananya digelar mulai bulan ini.
Baca juga:Tim Sapuangin ITS Borong 4 Penghargaan di Shell Eco-Marathon 2021
Dilihat melalui RTI, pada pembukaan perdagangan hari ini, saham KLBF meningkat Rp30 atau 2,27% ke Rp1.350 per lembar. Kenaikan itu seolah mengkatalis penurunan yang terjadi dalam kurun tertentu. Dalam sebulan terakhir saham KLBF turun 6,27% dan dalam setahun penurunannya mencapai 4,27%.
Sementara itu, frekuensi perdagangan saham KLBF mencapai 530 kali dengan 6,90 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp9,26 miliar. Price Earning Ratio (PER) 22,08 dengan market cap sebesar Rp63,28 triliun.
Naiknya saham KLBF pada perdagangan hari ini, Senin (12/7/2021) diperkirakan karena sentimen telah disetujuinya uji klinik tahap 2b/3 vaksin Covid-19 GX-19N di Indonesia oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Uji vaksin itu sendiri rencananya digelar mulai bulan ini.
Baca juga:Tim Sapuangin ITS Borong 4 Penghargaan di Shell Eco-Marathon 2021
Dilihat melalui RTI, pada pembukaan perdagangan hari ini, saham KLBF meningkat Rp30 atau 2,27% ke Rp1.350 per lembar. Kenaikan itu seolah mengkatalis penurunan yang terjadi dalam kurun tertentu. Dalam sebulan terakhir saham KLBF turun 6,27% dan dalam setahun penurunannya mencapai 4,27%.
Sementara itu, frekuensi perdagangan saham KLBF mencapai 530 kali dengan 6,90 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp9,26 miliar. Price Earning Ratio (PER) 22,08 dengan market cap sebesar Rp63,28 triliun.
Lihat Juga :