Didorong Naiknya Permintaan China, Harga Minyak Mentah Meninggi

Senin, 12 Juli 2021 - 16:42 WIB
loading...
Didorong Naiknya Permintaan...
Foto/ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia masih mempertahankan kenaikannya. Saat ini harganya diperdagangkan di atas zona Rp1.060.000/barel.

Dalam laporan harian harga minyak mentah dan emas oleh Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), kenaikan harga minyak yang terjaga tersebut disebabkan oleh laporan EIA pekan lalu yang menunjukkan penurunan cadangan minyak AS, serta kembalinya permintaan minyak mentah dari beberapa wilayah Asia.

"Pekan lalu EIA melaporkan terjadi penurunan cadangan minyak mentah AS sebanyak 6,9 juta barel sehingga total cadangan minyak mentah AS menjadi sebanyak 445,5 juta barel," tulis laporan tersebut, Senin (12/7/2021).

Baca juga:TPU Jombang Nyaris Penuh, Tangsel Siapkan Lahan Pemakaman Covid-19 di Pinggir Tol Serpong-Jakarta

Bersamaan dengan itu, terdapat juga laporan kenaikan permintaan bahan bakar, dengan rata-rata pasokan bahan bakar sekitar 9,5 juta barel dan merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2019. Selain data-data tersebut, yang memberikan dorongan pada harga minyak dunia adalah laporan yang menyebutkan bahwa terjadi kenaikan permintaan dari wilayah Asia, seperti China dan India juga turut memberikan support pada harga minyak mentah.

Dengan kondisi harga minyak mentah yang berada di zona rebound, support terdekat yang perlu diperhatikan berada di areal Rp1.040.000 dan zona resistance terdekat yang berada di areal Rp1.095.000. Zona support terjauhnya berada di areal Rp1.010.000 hingga ke harga Rp970.000, sementara untuk zona resistance terjauhnya berada di areal Rp1.120.000 hingga ke harga Rp1.200.000.

Sementara untuk emas, mengawali pekan ini dengan stabil pada harga penutupan akhir pekan lalu, harga emas berada di kisaran USD1805 per ounce. Sementara itu, indeks harga konsumen MoM AS dan Penjualan Ritel MoM AS akan menjadi kunci pekan ini.

Aliran ke ETF emas global sebagian besar datar di bulan Juni, dengan sedikit aliran masuk sebesar 2,9 ton (t) (USD191 juta, +0,1% AUM). Aliran masuk ke dana Amerika serta Amerika utara diimbangi dengan arus keluar dari dana eropa. Namun dengan aliran positif secara keseluruhan, menunjukkan bahwa investor mungkin telah mengambil keuntungan dari tingkat harga yang lebih rendah untuk mendapatkan emas panjang.

Baca juga:AS Mengaku Khawatir dengan Perkembangan Situasi di Afghanistan

Di sisi lain, menjelang inflasi utama serta data penjualan ritel bulan Juni yang dirilis minggu depan membebani dolar AS pada akhir pekan kemarin dan kemungkinan akan berkelanjutan hingga pekan ini. Selain itu, pada pertemuan The Fed Rabu kemarin (7/7), anggota The Fed setuju bahwa mereka harus siap akan inflasi dan risiko lain yang akan mendominasi pasar.

Menunggu rilisnya CPI dan PPI AS pekan ini, guna menambah support akan pergerakan emas pekan ini. Hingga laporan ini dirilis, harga emas masih bergerak stabil dengan fokus zona support penting terdekat kini berada di areal USD1761 dengan resistance terdekatnya berada di areal USD1898. Sementara, resistance terjauhnya berada di sekitar areal USD1908 dan support terjauhnya di USD1737.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Rekomendasi
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Berita Terkini
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved