alexametrics

New Normal Jadi Angin Segar untuk Sektor Pariwisata

loading...
New Normal Jadi Angin Segar untuk Sektor Pariwisata
Pantai Kuta salah satu tujuan wisata di Indonesia. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah berencana melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk bersiap menghadapi new normal atau normal baru. Fase new normal ini diharapkan akan mendorong laju perekonomian, termasuk sektor pariwisata.

CEO Panorama Group Budi Tirtawisata mengatakan penerapan normal baru pada akan mendorong pertumbuhan pada sektor pariwisata. Pasalnya, sudah dua bulan lebih sektor ini telah mengalami penurunan permintaan.

"New normal ini tentunya memberikan angin segar kepada industri pariwisata setelah dua bulan terdampak cukup dalam," kata Budi saat di acara Market Review IDX Channel di Jakarta, Rabu (27/5/2020).



Menurutnya, normal baru ini merupakan sebuah langkah untuk menimbulkan kepercayaan diri masyarakat di tengah wabah Covid-19. Dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan dalam berwisata.

"Dengan penerapan protokol kesehatan yang benar, maka masyarakat akan percaya diri untuk berwisata," terangnya. New Normal Bisa Menggairahkan Ekonomi Indonesia

Budi mengungkapkan, bahwa sektor pariwisata Indonesia akan cepat pulih. Sebab, tempat wisata di tanah air sangat banyak jumlahnya dan luas.

"Kita sangat diuntungkan karena hal itu. Sebab kota punya tempat wisata alam yang luas dan banyak. Dan yang akan tumbuh duluan itu dari wisatawan domestik," ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Ari Juliano Gema mengatakan, penerapan prosedur standar new normal atau hidup normal baru di sarana publik dinilai akan memberi kesempatan yang baik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit lebih cepat dari tekanan Covid-19.

"Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat menjalankan kenormalan baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Ari.
(bon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top