New Normal Bisa Menggairahkan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2020 - 22:31 WIB
loading...
New Normal Bisa Menggairahkan...
Ilustrasi new normal. Foto/The Times
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana menerapkan new normal untuk memulai kembali aktifitas masyarakat yang selama ini terbatas akibat pandemi Covid-19. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, fase new normal rencananya akan diterapkan pada awal Juni mendatang.

Penerapan new normal untuk memulihkan produktifitas masyarakat yang sempat menurun akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegah penularan virus corona.

Ekonom Core (Center of Reform on Economics) Indonesia, Piter Abdullah menilai new normal bisa menggairahkan ekonomi Indonesia. Dan pemerintah tidak mungkin terus menerus melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang berdampak terhadap dunia usaha.

"Kita tidak bisa berlama-lama membatasi dunia usaha. Kalau dunia usaha tidak diizinkan beraktifitas dan tanpa bantuan dari pemerintah, mereka bisa kolaps. Yang berujung pada permasalahan sosial, pengangguran dan kemiskinan. Kita akan menghadapi krisis keuangan," terang Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Lanjut Piter, pandemi corona memang memberi permasalahan kompleks. Namun, ia cenderung mendukung pemerintah untuk melonggarkan aktifitas ekonomi dengan meningkatkan prosedur kesehatan. Baca: New Normal Akan Mengubah Perilaku Industri Keuangan di Indonesia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved