Menjawab Tantangan Keberlanjutan Industri Fragran dan Flavor
Senin, 12 Juli 2021 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal transparansi dan kemitraan, lebih dari tiga di antara empat responden telah memiliki strategi tata kelola responsif berskala global, termasuk pada seluruh perusahaan terbesar di industri ini.
Laporan Keberlanjutan kolektif pertama di industri fragran dan flavor telah dirilis dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni. Laporan ini mengungkap berbagai pencapaian positif atas komitmen yang telah dibuat oleh sejumlah perusahaan.
Laporan Keberlanjutan 2020-2021 (ifra-iofi.org/report) telah dirilis oleh International Fragrance Association (IFRA) dan International Organization of the Flavor Industry (IOFI) yang mengungkap perkembangan terkini di lima Bidang Utama yang menjadi bagian dari Piagam Keberlanjutan IFRA-IOFI. Piagam ini merupakan komitmen kolektif yang menjadi standar keberlanjutan baru di kedua industri tersebut, yang ditetapkan sejak Juli 2020 dan telah disepakati oleh 126 perusahaan di mana sepertiga di antaranya berasal dari Asia Pasifik.
Asia Pasifik berperan secara terpadu pada rantai pasok global dan aktivitas penelitian-pengembangan di industri fragran dan flavor. Wilayah Asia Pasifik juga menjadi pemasok utama bahan baku dan produsen terbesar untuk mint, cedarwood, tanaman nilam (patchouli), maupun beragam rempah dan ramuan herba lain.
Ekstrak bahan-bahan baku tersebut menjadi kandungan utama dalam proses pembuatan produk perawatan pribadi, kebersihan, dan sanitasi, yang banyak dikonsumsi di Asia Pasifik dan wilayah lain.
Saat peluncuran laporan ini, Executive Director IOFI, Sven Ballschmiede mengatakan, hasil dalam laporan ini menunjukkan pencapaian keberlanjutan industri yang tinggi di lima Bidang Utama. Memang, ini menjadi upaya kolektif yang panjang dalam menyusun Piagam-nya. Namun terang dia hasilnya, industri F&F berada di jalur yang tepat.
"Kami akan terus mendukung berbagai perusahaan dan secara kolektif mengembangkan perangkat dan kemitraan bagi kemajuan industri pada laporan berikutnya," ungkap Sven.
Laporan Keberlanjutan kolektif pertama di industri fragran dan flavor telah dirilis dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni. Laporan ini mengungkap berbagai pencapaian positif atas komitmen yang telah dibuat oleh sejumlah perusahaan.
Laporan Keberlanjutan 2020-2021 (ifra-iofi.org/report) telah dirilis oleh International Fragrance Association (IFRA) dan International Organization of the Flavor Industry (IOFI) yang mengungkap perkembangan terkini di lima Bidang Utama yang menjadi bagian dari Piagam Keberlanjutan IFRA-IOFI. Piagam ini merupakan komitmen kolektif yang menjadi standar keberlanjutan baru di kedua industri tersebut, yang ditetapkan sejak Juli 2020 dan telah disepakati oleh 126 perusahaan di mana sepertiga di antaranya berasal dari Asia Pasifik.
Asia Pasifik berperan secara terpadu pada rantai pasok global dan aktivitas penelitian-pengembangan di industri fragran dan flavor. Wilayah Asia Pasifik juga menjadi pemasok utama bahan baku dan produsen terbesar untuk mint, cedarwood, tanaman nilam (patchouli), maupun beragam rempah dan ramuan herba lain.
Ekstrak bahan-bahan baku tersebut menjadi kandungan utama dalam proses pembuatan produk perawatan pribadi, kebersihan, dan sanitasi, yang banyak dikonsumsi di Asia Pasifik dan wilayah lain.
Saat peluncuran laporan ini, Executive Director IOFI, Sven Ballschmiede mengatakan, hasil dalam laporan ini menunjukkan pencapaian keberlanjutan industri yang tinggi di lima Bidang Utama. Memang, ini menjadi upaya kolektif yang panjang dalam menyusun Piagam-nya. Namun terang dia hasilnya, industri F&F berada di jalur yang tepat.
"Kami akan terus mendukung berbagai perusahaan dan secara kolektif mengembangkan perangkat dan kemitraan bagi kemajuan industri pada laporan berikutnya," ungkap Sven.
Lihat Juga :