Diresmikan Erick Thohir, Subholding Sarana Infrastruktur Ditargetkan Raup Rp7,8 T di 2026
Selasa, 13 Juli 2021 - 16:03 WIB
loading...
Subholding Sarana Infrastruktur yang yang bergerak di layanan kawasan industri terintegrasi hari ini diresmikan Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Subholding Sarana Infrastruktur, perusahaan hasil integrasi beberapa anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk hari ini diresmikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir . Diproyeksikan 5 tahun mendatang subholding tersebut mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp7,8 triliun.
Baca Juga: Krakatau Steel Raih Laba Bersih Rp329 Miliar di Kuartal I/2021
Diketahui, subholding tersebut merupakan integrasi dari PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC), PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL), PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS).
"Saya mendukung pembentukan Subholding Sarana Infrastruktur sebagai bagian transformasi Krakatau Steel untuk meningkatkan nilai dan mengoptimalkan kinerja perusahaan," kata Erick Thohir, Selasa (13/7/2021).
Perusahaan baru yang bergerak di layanan kawasan industri terintegrasi itu memiliki empat area utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan.
Baca Juga: Krakatau Steel Raih Laba Bersih Rp329 Miliar di Kuartal I/2021
Diketahui, subholding tersebut merupakan integrasi dari PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC), PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL), PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS).
"Saya mendukung pembentukan Subholding Sarana Infrastruktur sebagai bagian transformasi Krakatau Steel untuk meningkatkan nilai dan mengoptimalkan kinerja perusahaan," kata Erick Thohir, Selasa (13/7/2021).
Perusahaan baru yang bergerak di layanan kawasan industri terintegrasi itu memiliki empat area utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan.
Lihat Juga :