Bansos Hanya Obat Sementara, Pengusaha Muda Mengingatkan UMKM Butuh Dukungan Lebih
Rabu, 21 Juli 2021 - 14:03 WIB
loading...
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengingatkan, pemberian bantuan sosial (bansos) hanya obat sementara untuk menopang konsumsi masyarakat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengingatkan, pemberian bantuan sosial (bansos) hanya obat sementara untuk menopang konsumsi masyarakat. Seperti diketahui pemerintah baru saja menambah anggaran bansos, setelah mengumumkan secara resmi perpanjangan PPKM Darurat .
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI, Ajib Hamdani mengatakan, bahwa hal ini berimbas pada terkontraksinya pertumbuhan ekonomi, dan khususnya berdampak langsung pada UKM, meskipun pemerintah sudah menyiapkan anggaran bansos.
"Apakah kompleksitas masalah ekonomi dan UKM ini bisa selesai dengan pemberian bansos? Bansos hanya obat sementara untuk menopang konsumsi masyarakat, tapi UKM membutuhkan dukungan yang lebih komprehensif dan insentif-insentif yang tepat sasaran," ujar Ajib di Jakarta, Rabu (21/7/2021).
Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Jokowi: Alokasi Bansos Ditambah Rp55,21 Triliun
Salah satu hal mendasar dalam pemberian bansos adalah database pemerintah yang belum valid dan terintegrasi, sehingga efektivitas bansos ini menjadi kurang maksimal. "UKM membutuhkan likuiditas terus mengalir di masyarakat dan dunia usaha kembali berjalan. Pemerintah harus lebih mendorong agar perbankan pro dengan UKM," tambah Ajib.
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI, Ajib Hamdani mengatakan, bahwa hal ini berimbas pada terkontraksinya pertumbuhan ekonomi, dan khususnya berdampak langsung pada UKM, meskipun pemerintah sudah menyiapkan anggaran bansos.
"Apakah kompleksitas masalah ekonomi dan UKM ini bisa selesai dengan pemberian bansos? Bansos hanya obat sementara untuk menopang konsumsi masyarakat, tapi UKM membutuhkan dukungan yang lebih komprehensif dan insentif-insentif yang tepat sasaran," ujar Ajib di Jakarta, Rabu (21/7/2021).
Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Jokowi: Alokasi Bansos Ditambah Rp55,21 Triliun
Salah satu hal mendasar dalam pemberian bansos adalah database pemerintah yang belum valid dan terintegrasi, sehingga efektivitas bansos ini menjadi kurang maksimal. "UKM membutuhkan likuiditas terus mengalir di masyarakat dan dunia usaha kembali berjalan. Pemerintah harus lebih mendorong agar perbankan pro dengan UKM," tambah Ajib.
Lihat Juga :