Apindo Ngarep Subsidi Upah buat Perusahaan

Kamis, 22 Juli 2021 - 17:44 WIB
loading...
Apindo Ngarep Subsidi...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengusulkan subsidi upah bisa dikompensasikan juga sebagai bantuan korporasi. Pasalnya yang saat ini terjadi adalah pemerintah membedakan antara bantuan sosial (bansos) dengan upah.

Baca juga:Blitar Gempar, Laki-laki yang Meninggal di Pasar Wage Positif COVID-19

“Jadi selama ini yang terjadi bantuan sosial sendiri lalu upah sendiri. Kalau boleh, jika perusahaan juga sulit, itu adalah bagian daripada membantu korporasi. Jadi subsidinya itu adalah ditujukan untuk menggantikan upah perusahaan yang memang kondisinya tidak memungkinkan mereka memberikan upah dengan kondisi normal. Jadi jangan terpisah antara bansos dengan upah,” ujarnya secara virtual di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Sebelumnya pemerintah kembali menyalurkan program bansos, salah satunya Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM. Bantuan tersebut ditujukan kepada para pelaku usaha mikro, dengan besaran Rp1,2 juta.

Dari bantuan pemerintah tersebut, Hariyadi mengatakan dalam kondisi seperti ini apa pun bantuannya pasti membantu. Namun yang menjadi pertanyaan Hariyadi adalah seberapa lama bantuan itu bisa diberikan.

“Dari sisi korporasi, kondisinya sangat berat seperti biaya pajak bumi dan bangunan (PBB), gaji karyawan juga harus ditanggung pengusaha walaupun sebagian besar karyawan sudah dirumahkan. Tapi ini adalah masalah-masalah yang menurut saya juga perlu dipikirkan,” kata dia.

Baca juga:Olimpiade Tokyo 2020: Laga Timnas Mesir U-23 vs Spanyol U-23 Berakhir Tanpa Gol

Lebih lanjut, belum lagi sektor perbankan yang restrukturisasinya masih ada perbedaan antara satu bank dengan bank lainnya. “Jadi banyak hal dikorporasi yang perlu diselesaikan,” sambungnya.

Hariyadi menambahkan dari sisi bansos yang telah diberikan oleh pemerintah kepada pelaku UMKM, para pengusaha sangat mengapresiasi tindakan mulia tersebut.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Kondisi Ketenagakerjaan...
Kondisi Ketenagakerjaan RI Lampu Kuning, 1,5 Juta Calon Pekerja Tak Terserap Setiap Tahun
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara Soal WFH Seminggu Sekali, Awas! Ganggu Operasional Usaha
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Rekomendasi
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Infografis
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved