Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Sabtu, 24 Juli 2021 - 01:27 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Siswi SMP Asal Lutim Berkesempatan Berdialog dengan Sekjen Kemenkeu)
Sesi sharing pertama dimulai oleh Firsan Nova selaku CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication dengan memaparkan kiat-kiat mengelola komunikasi yang baik, menyaring informasi secara benar, serta mengatasi isu dan krisis. Firsan menyampaikan, hal paling mendasar yang perlu dipastikan adalah seluruh informasi yang diterima harus berasal dari media yang kredibel.
Ia menambahkan, selain disinformasi dan hoaks, pandemi juga memberikan dampak dalam berbagai level kepada karyawan perusahaan. Salah satunya adalah kesehatan mental. Hal tersebut dapat diatasi dengan pengadaan program tim internal untuk mendukung terjaganya produktivitas serta kinerja karyawan.
(Baca juga:Dapat Opini WTP dari BPK, Kemenkeu Klaim Keuangan Negara Dikelola Profesional)
“Yang pertama, perlu dipastikan bahwa semua upaya komunikasi yang dilakukan perusahaan itu konsisten, jelas, dan berkesinambungan. Bahkan, lebih dari itu, perusahaan juga perlu membantu kelompok pemangku kepentingan dalam mengatasi gangguan emosional yang menyertai krisis,” ujar Firsan lebih lanjut.
Sesi sharing pertama dimulai oleh Firsan Nova selaku CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication dengan memaparkan kiat-kiat mengelola komunikasi yang baik, menyaring informasi secara benar, serta mengatasi isu dan krisis. Firsan menyampaikan, hal paling mendasar yang perlu dipastikan adalah seluruh informasi yang diterima harus berasal dari media yang kredibel.
Ia menambahkan, selain disinformasi dan hoaks, pandemi juga memberikan dampak dalam berbagai level kepada karyawan perusahaan. Salah satunya adalah kesehatan mental. Hal tersebut dapat diatasi dengan pengadaan program tim internal untuk mendukung terjaganya produktivitas serta kinerja karyawan.
(Baca juga:Dapat Opini WTP dari BPK, Kemenkeu Klaim Keuangan Negara Dikelola Profesional)
“Yang pertama, perlu dipastikan bahwa semua upaya komunikasi yang dilakukan perusahaan itu konsisten, jelas, dan berkesinambungan. Bahkan, lebih dari itu, perusahaan juga perlu membantu kelompok pemangku kepentingan dalam mengatasi gangguan emosional yang menyertai krisis,” ujar Firsan lebih lanjut.
Lihat Juga :