Pemerintah Siapkan SDG's Bond Senilai Rp70 Ribu Triliun
Selasa, 27 Juli 2021 - 18:29 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan sustainable development goals (SDGs) bond atau surat utang yang akan membiayai proyek hijau atau ramah lingkungan. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, saat ini surat utang SDGs sedang dalam tahap review lembaga internasional.
SDGs akan memiliki skema yang mirip dengan green bond. Nantinya dana yang dikumpulkan digunakan untuk pembangunan berkelanjutan atau proyek ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional.
Baca juga:Pandemi, Sidang Tahunan MPR Tetap Digelar dan Hanya Dihadiri 57 Orang
"SDGs bond sekarang sudah di dalam review oleh eksternal reviewer," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (27/7/2021).
Anggaran yang dibutuhkan sekitar USD5-USD7 triliun (Rp70.000 triliun-hingga Rp84ribu triliun/kurs Rp14.000) untuk jangka waktu hingga 2030 ke atas. Karena itu dibutuhkan partisipasi swasta dan dana internasional untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Ada potensi financing yang bisa dimanfaatkan. Dalam konteks ini, Indonesia eksistensinya sangat penting karena kolaborasi besar internasional dan melibatkan filantropi, donor internasional dan investor internasional," jelasnya.
Saat ini, Indonesia juga akan mengusung isu perubahan iklim, terutama aspek finance dan task force yang juga akan dibentuk. Di dalam forum G20 juga dibentuk kelompok kerja keuangan berkelanjutan atau Sustainable Finance Working Group (SFWG).
SDGs akan memiliki skema yang mirip dengan green bond. Nantinya dana yang dikumpulkan digunakan untuk pembangunan berkelanjutan atau proyek ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional.
Baca juga:Pandemi, Sidang Tahunan MPR Tetap Digelar dan Hanya Dihadiri 57 Orang
"SDGs bond sekarang sudah di dalam review oleh eksternal reviewer," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (27/7/2021).
Anggaran yang dibutuhkan sekitar USD5-USD7 triliun (Rp70.000 triliun-hingga Rp84ribu triliun/kurs Rp14.000) untuk jangka waktu hingga 2030 ke atas. Karena itu dibutuhkan partisipasi swasta dan dana internasional untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Ada potensi financing yang bisa dimanfaatkan. Dalam konteks ini, Indonesia eksistensinya sangat penting karena kolaborasi besar internasional dan melibatkan filantropi, donor internasional dan investor internasional," jelasnya.
Saat ini, Indonesia juga akan mengusung isu perubahan iklim, terutama aspek finance dan task force yang juga akan dibentuk. Di dalam forum G20 juga dibentuk kelompok kerja keuangan berkelanjutan atau Sustainable Finance Working Group (SFWG).
Lihat Juga :