Varian Virus Baru Muncul, Rupiah Ditutup Menguat Tipis Lawan Dolar AS

Rabu, 28 Juli 2021 - 18:59 WIB
loading...
Varian Virus Baru Muncul,...
Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis 5 point atas dolar Amerika Serikat (USD) di tengah lonjakan kasus Covid-19 akibat Varian Delta, kini turunan varian baru Delta Plus, sudah terdeteksi di Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis 5 point atas dolar Amerika Serikat (USD) di level Rp14.487 dalam perdagangan sore ini. Hal ini lantaran pelaku pasar masih mencermati perkembangan pandemi Covid-19 terlebih masuknya varian 'Delta Plus' di Tanah Air.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan Indonesia telah mencatatkan rekor tertinggi pada tingkat kesembuhan dan kematian. Adapun data resmi pemerintah menyatakan sebanyak 2.069 orang meninggal akibat COVID-19 dalam sehari pada Selasa (27/7) kemarin.

Baca Juga: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Tak Bikin Rupiah Ajrut-ajrutan

Selain itu, di tengah lonjakan kasus Covid-19 akibat Varian Delta, kini turunan varian baru yakni AY.1 atau kerap disebut Delta Plus, sudah terdeteksi di Indonesia.

“Dari laporan LBM Eijkman, sudah ada 3 kasus varian AY.1 yang tersebar di dua wilayah Indonesia, yaitu Mamuju dan Jambi. WHO pun sempat membahas terkait kemunculan varian 'Delta Plus' dan tak menampik adanya kekhawatiran terhadap potensi keganasannya,” kata Ibrahim dalam rilis hariannya, Rabu (28/7/2021).

Sehingga dengan demikian, Ibrahim menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk lebih waspada dan terus melakukan peninjauan mengenai perkembangan varian baru Delta Plus yang keganasannya melebihi Covid-19 varian baru lainnya.

Terkait hal tersebut, ia memprediksi perpanjangan PPKM Level 4 kemungkinan masih akan berlanjut hingga 9 Agustus 2021.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Rekomendasi
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Infografis
Alasan AS Hindari Perlombaan...
Alasan AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Lawan Rusia dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved